• Nusa Tenggara Timur

Warga Sulsel Ditemukan Tewas di Pantai Tangairi-Sumba Tengah

Imanuel Lodja | Senin, 28/09/2026 16:41 WIB
Warga Sulsel Ditemukan Tewas di Pantai Tangairi-Sumba Tengah Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah nelayan asal Sulawesi Selatan

KATANTT.COM--Nur Jama`ah (49), nelayan asal Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan ditemukan meninggal pada Minggu (27/9/2026) petang.
 
Jenazah korban ditemukan tiga warga lokal di sekitar Pantai Tangairi, Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, NTT.
 
Korban bersama sembilan orang lainnya menumpang kapal Gurita Pelita Jaya asal Sulawesi Selatan yang dinahkodai Isfar (32). Mereka berlayar dari Kabupaten Pangkep-Sulawesi Selatan tujuan Pulau Sumba, NTT untuk melaut/memancing gurita. 
 
Nahkoda bersama ABK (termasuk korban) tiba di laut Pantai Selatan Sumba tepatnya pantai Tangairi pada Sabtu, 26 September 2026, sekira pukul 03.00 Wita.
 
Pada Minggu, 27 September 2026 pagi sekira pukul 07.00 wita, korban bersama ABK kapal lainnya memancing gurita dengan peralatan pelampung gabus. 
 
Pada saat itu korban sudah dua kali naik ke kapal. Lalu korban turun lagi pada sekira pukul 11.30 Wita, namun saat itu terjadi gelombang besar hingga tali pelampung putus lalu korban terlepas dari pelampung.
 
Gelombang pun menghantam tubuh korban dan terbentur di batu karang hingga korban terperangkap di batu karang dan ditemukan oleh warga sekitar. 
 
Setelah korban tidak muncul lagi ke permukaan, nahkoda kapal kemudian memutuskan untuk mencari korban dari Minggu siang sampai pada petang.
 
Saat itu, sekitar pukul 17.00 wita, tiga orang warga lokal, Joni Soki Sairo, Adi Tiba Reku Nanga dan Siwa Jurumana sedang ke pantai Tangairi untuk melaut/meting saat air surut. Ketika tiba di pantai Tangairi, ketiganya melihat sesosok mayat tersangkut di batu karang. 
 
Kemudian Adi Tiba Reku Nanga langsung menghubungi Sekdes Waimanu Jefri Umbu Dina Sama Badju untuk memberitahukan kejadian tersebut. 
 
Sekdes Waimanu kemudian melaporkan terkait penemuan mayat tersebut kepada Kepala Desa, Obet Lapu Pagegi, Bhabinkamtibmas Polsek Katikutana dan Camat Katikutana Selatan, Yulius Umbu Piga.
 
Saat bersamaan, nahkoda kapal bersama ABK kapal lainnya melihat tanda dari masyarakat sekitar dengan melambaikan baju. Tiga orang ABK lalu merapat ke pinggir dan mendapati korban sudah meninggal dunia ditemukan oleh warga sekitar terperangkap di batu karang 
 
Warga setempat mengevakuasi korban ke rumah warga Okta Pagalu Leba Ratu di pinggir pantai Tangairi agar tidak terbawa lagi oleh arus laut. 
 
Saat polisi dipimpin Ka SPKT III Polsek Katikutana, Aipda Frit Y. Tamelan dan Panit Reskrim serta Bhabinkamtibmas Desa Waimanu bersama Kasat Pol. PP Kabupaten Sumba Tengah, Melkianus M. Paliosa, Camat Katikutana Selatan, Yulius Umbu Piga, Kepala Desa Waimanu, Obed Lapu Pagegi tiba di lokasi penemuan mayat untuk mengecek, jenazah korban sudah dievakuasi oleh masyarakat sekitar ke rumah warga.
 
Tim medis dari Puskesmas Malinjak dipimpin dr. Jeani Anggraini R. Sedu, dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sumba Barat dipimpin Kaur Identifikasi, Aipda Superjaka Fajrin ke lokasi melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. 
 
Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah korban oleh tim medis bahwa tidak ada tanda kekerasan namun terdapat tanda orang tenggelam.
 
Korban mengalami luka di bagian wajah akibat benturan. Korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari empat  jam karena sudah kaku dan terdapat lebam mayat.
 
Atas permintaan pihak keluarga diwakili Zultan (21),  anak dari korban, jenazah korban dibawa kembali ke kapal untuk dipulangkan ke Sulawesi Selatan.
 
Pihak keluarga kemudian membuat surat penolakan otopsi. Keluarga korban (nahkoda dan ABK) dibantu warga sekitar mengantar jenazah ke kapal menggunakan speedboad milik Villa Lamaloku.
 

2 lampiran

FOLLOW US