Evakuasi penumpang KM Yukai di perairan Labuan Bajo.
KATANTT.COM--- Kapal wisata KM Yukai (55 GT) tenggelam setelah menghantam gugusan karang dangkal di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (27/9/2026) pagi.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WITA ketika KM Yukai berlayar dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari untuk kegiatan snorkeling.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun pihak Satpolairud Polres Manggarai di lapangan, KM Yukai melintas di demat perairan Tanjung Sture saat kondisi air laut sedang surut. Mualim atau jurumudi kapal diduga kurang memahami alur pelayaran lokal serta mengabaikan keberadaan rambu navigasi di ujung tanjung.
Kondisi tersebut menyebabkan KM Yukai menghantam gugusan karang dangkal. Benturan mengakibatkan lambung kapal mengalami kerusakan parah hingga kapal kemudian tenggelam dalam waktu relatif cepat.
Beruntung, dua kapal wisata, KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran, sedang melintas di sekitar lokasi saat kecelakaan terjadi. Kedua kapal tersebut langsung memberikan pertolongan awal dengan mengerahkan sekoci untuk mengevakuasi para penumpang.
Menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 06.35 WITA, Satpolairud Polres Manggarai Barat bersama Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi.
Sebanyak 21 personel lintas instansi dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka berasal dari Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri melalui KP Kasturi 6002 dan KP Bima 7014, KSOP Labuan Bajo, serta Basarnas Labuan Bajo.
Tim SAR Gabungan tiba di titik koordinat lokasi kejadian, yakni 08°29`34.56" LS dan 119°50`35.25" BT, dengan mengerahkan enam armada cepat, terdiri dari lima unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dan satu unit Interceptor.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., mengatakan keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama petugas saat tiba di lokasi.
“Fokus utama kami saat menerima informasi adalah memastikan keselamatan seluruh jiwa di atas kapal. Tim langsung menyisir badan kapal untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam kabin maupun ruang mesin,” tegas Leonardo.
Para penumpang yang sebelumnya telah berada di sekoci darurat kemudian dipindahkan secara bertahap ke unit RIB milik Polairud dan Basarnas untuk selanjutnya dibawa menuju daratan.
“Pukul 08.15 WITA seluruh korban tiba di dermaga dalam keadaan selamat. Petugas medis langsung melakukan pemeriksaan fisik dasar (triase) serta pendampingan trauma psikologis singkat sebelum pendataan identitas dilangsungkan,” ujar Leonardo.
Dari sembilan belas orang yang berada di atas KM Yukai, sebanyak tiga belas orang merupakan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, sedangkan enam lainnya merupakan awak kapal.
Wisatawan mancanegara tersebut berasal dari empat negara, yakni dua warga negara Belgia, satu warga negara Italia, dua warga negara Prancis, dan dua warga negara Malaysia. Sementara itu, enam orang lainnya merupakan warga negara Indonesia, termasuk pemandu wisata (tour guide) yang mendampingi rombongan.
Seluruh awak kapal, termasuk nakhoda Armansyah (32) bersama lima awak lainnya, juga dipastikan selamat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tenggelamnya kapal wisata berukuran 55 GT itu menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
“Kerugian material akibat tenggelamnya badan kapal diperkirakan mencapai Rp1.000.000.000,” jelas Leonardo.
Pascaevakuasi, Polres Manggarai Barat bersama instansi kemaritiman terkait melakukan langkah lanjutan untuk kepentingan penyelidikan sekaligus memastikan keselamatan lalu lintas pelayaran di sekitar lokasi.
Penyidik Satpolairud saat ini melakukan pemeriksaan dan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap sejumlah saksi, termasuk nakhoda dan jurumudi, guna mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
“Kami sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap nakhoda dan ABK jurumudi di Mako Satpolairud Polres Manggarai Barat guna mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan,” kata Leonardo.
Selain proses pemeriksaan, Satpolairud juga berkoordinasi dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo serta agen pemilik kapal untuk mengamankan lokasi bangkai KM Yukai agar tidak membahayakan kapal lain yang melintas.
“Kami terus berkoordinasi dengan KSOP dan pemilik kapal untuk menandai lokasi bangkai KM Yukai agar tidak mengganggu alur navigasi kapal-kapal wisata lainnya. Langkah penarikan (salvage) kerangka kapal ke perairan yang lebih dangkal serta pengamanan sisa barang berharga milik wisatawan akan segera dilaksanakan,” pungkas Leonardo.