• Nusa Tenggara Timur

Program Agroforestry Hetero PLN di Desa Wewo: Investasi Masa Depan untuk Kesejahteraan Warga

Wilibrodus Jatam | Rabu, 24/06/2026 17:48 WIB
Program Agroforestry Hetero PLN di Desa Wewo: Investasi Masa Depan untuk Kesejahteraan Warga Program Agroforestri Hetero berupa penanaman bibit kopi, palawija, dan buah di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, resmi dimulai secara simbolis pada Rabu (24/6/2026).

KATANTT.COM---Program Penanaman Bibit Tanaman Kopi, Palawija, dan Buah dalam skema Agroforestry Hetero resmi dimulai di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Rabu (24/6/2026). 

Program yang didukung PT PLN melalui PLN Peduli tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai karena dinilai menjadi langkah nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus pengembangan ekonomi berbasis pertanian berkelanjutan.

Camat Satar Mese, Yohanes Paulus Jenahat, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT PLN yang tidak hanya berperan sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga hadir melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

"PLN tidak hanya menyediakan energi listrik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh penerima manfaat agar menjaga dan melaksanakan program ini dengan baik," ujar Yohanes.

Menurutnya, program agroforestry tersebut merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dirasakan dalam waktu singkat. Namun, manfaatnya diyakini akan terlihat dalam dua hingga tiga tahun mendatang.

Dia berharap masyarakat dapat merawat dan mengembangkan program tersebut sehingga menjadi contoh bagi warga lainnya yang selama ini masih ragu untuk bekerja sama dalam berbagai program pembangunan.

"Ini investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak terlihat tahun depan, tetapi beberapa tahun ke depan manfaatnya akan dirasakan masyarakat," katanya.

Selain itu, Yohanes berharap PT PLN dapat memperluas program serupa ke wilayah lain di Desa Wewo, mengingat dirinya kerap menerima berbagai usulan dari masyarakat, mulai dari bantuan ternak, pengembangan tanaman produktif, hingga pengembangan destinasi wisata desa.

Karena itu, ia menilai program yang dimulai PLN saat ini menjadi langkah awal yang sangat baik dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kami sangat mendukung program-program seperti ini dan berharap ke depan dapat berkembang ke sektor lain sesuai kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) PLTP Ulumbu, Roya Ginting, mengatakan justru PLN yang berterima kasih kepada masyarakat Desa Wewo karena bersedia bekerja sama dalam menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Menurut Roya, kehadiran proyek pengembangan PLTP Ulumbu tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan energi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Kami berterima kasih karena masyarakat mau bekerja sama. Harapan kami bukan hanya proyek yang berjalan, tetapi ekonomi masyarakat juga tumbuh bersama kehadiran PLTP Ulumbu," ujarnya.

Roya menjelaskan, program Agroforestry Hetero di Desa Wewo diharapkan menjadi percontohan yang dapat dikembangkan di wilayah lain di sekitar kawasan pengembangan panas bumi Ulumbu.

Beliau mengakui hasil program tersebut tidak akan terlihat dalam waktu singkat karena membutuhkan proses dan perawatan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara masyarakat dan PLN menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

"Program ini membutuhkan waktu. Kami berharap masyarakat terus berkolaborasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," katanya.

Selain pengembangan sektor pertanian, PLN juga berupaya mempercepat pembangunan akses jalan yang saat ini sedang dikerjakan. Infrastruktur tersebut diyakini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilisasi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga.

"Jalan yang lebih baik akan memudahkan masyarakat mengangkut hasil bumi dan mendukung aktivitas ekonomi desa," jelas Roya.

Dirinya juga mengapresiasi semangat masyarakat, khususnya para kelompok tani dan kaum perempuan Desa Wewo, yang selama lebih dari satu bulan terakhir telah membuka dan menyiapkan lahan seluas sekitar 1,5 hektare untuk mendukung program tersebut.

Roya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Wewo dalam jangka panjang.

Kegiatan penanaman bibit tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Paulus Jeramun, Anggota Koramil 1612-07/Satar Mese Serda Zainal Abidin, Babinkamtibmas Desa Wewo Bripka Theodorus Angkat, Kepala Desa Wewo Laurensius Langgut, tokoh masyarakat Desa Wewo, serta kelompok tani yang akan mengelola lahan agroforestry tersebut.

FOLLOW US