• Nusa Tenggara Timur

Dinilai Kaku dalam Mengambil Keputusan, Pegawai BPN Mabar Dihibur Biduan dengan Lagu Mabuk Duit

Emanuel Suryadi | Rabu, 17/06/2026 13:02 WIB
Dinilai Kaku dalam Mengambil Keputusan, Pegawai BPN Mabar Dihibur Biduan dengan Lagu Mabuk Duit Aksi unjuk rasa keluarga almarhum Ibrahim Hanta di depan kantor BPN Manggarai Barat diiringi biduan sebagai bentuk sindiran kepada pejabat yang dinilai kaku.

KATANTT.COM---Keluarga almarhum Ibrahim Hanta menggelar aksi unjuk rasa di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (17/6/2026). Aksi ini menuntut pembatalan penerbitan dua Sertifikat Hak Milik (SHM) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Manggarai Barat di Wilayah Keranga, Kecamatan Komodo.

Dua SHM yang dipersoalkan tersebut adalah SHM Nomor 02545 atas nama Maria Fatmawati Naput dan SHM Nomor 02549 atas nama Paulus Grant Naput. Objek tanah yang berlokasi di Keranga tersebut diketahui telah dijual kepada Erwin Kadiman Santosa, pemilik Hotel St. Regis Labuan Bajo.

Massa melakukan aksi long march yang dimulai dari titik kumpul di Jalan Pengadilan. Ratusan demonstran kemudian menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka di Kantor Bupati Manggarai Barat serta Kantor BPN Manggarai Barat.

Dalam orasinya, demonstran mendesak BPN Manggarai Barat segera membatalkan dua SHM tersebut. Desakan tersebut didasarkan pada putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia Nomor 4758K/Pdt/2025 tertanggal 8 Oktober 2025. Dalam putusan tersebut, Mahkamah Agung menyatakan bahwa penerbitan kedua SHM itu mengalami salah ploting serta cacat prosedur dan administratif.

Ada hal menarik dala aksi unjuk rasa kali ini. Selain menyampaikan orasi, masa aksi juga menghadirkan dua orang biduan. Di sela-sela aksi, keduanya tampak menghibur pegawai kantor BPN Mabar dengan beragam lagu.

Seusai melakukan audiensi dengan Kepala BPN, Koordinator Aksi, Fery Adu, menjelaskan bahwa kehadiran kedua biduan tersebut sengaja dirancang untuk menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi dalam demokrasi harus tetap berjalan dengan riang gembira, meski di tengah perdebatan dan sengketa yang sengit.

Ditemui usai audiensi dengan Kepala BPN, koordinator aksi, Fery Adu menyampaikan bahwa dua biduan tersebut sengaja ditampilkan bertujuan untuk menunjukan bahwa demokrasi harus selalu dalam keadaan riang gembira, meski dalam perdebatan dan sengketa yang keras sekalipun.

Selain itu, Ia mengatakan bahwa dua biduan tersebut dimaksudkan untuk menghibur para pejabat di BPN yang dinilai kaku dalam bersikap dan mengambil keputusan.

"Ini cara kami mengkritik pejabat di sini yang kaku. Jadi mungkin harus di kasih penyegaran," tegasnya.

Salah satu Lagu yang menyita perhatian berkudil "Mabuk Duit" yang dipopulerkan oleh Erie Suzan. Menurut Fery, lagu tersebut membawa pesan yang mendalam mengenai integritas para pejabat publik. Ia menyindir bahwa orientasi pada materi sering kali membuat oknum pejabat mengabaikan regulasi yang berlaku.

"Orang kalau sudah mabuk (duit), itu berdirinya tidak tegak. Kadang juga sampe buat hal yang menyimpang," sindir Fery menutup pernyataannya.

FOLLOW US