Korban ditemukan di rumah kosong di Taworara, Desa Wee Rena, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya pada Kamis (18/6/2026) siang.
Diduga korban mengakhiri hidupnya karena tidak terima ditegur ibunya karena korban meminjamkan sepeda motor miliknya kepada seorang teman. Korban pulang ke rumah mengambil sepeda motornya.
Ibu korban sempat menasehati agar korban berhati-hati dan tidak gampang meminjamkan sepeda motor kepada temannya. Namun setelah mengambil sepeda motor tersebut, korban malah meminjamkannya kepada seorang temannya.
Mengetahui hal tersebut, ibu korban menegur dan memarahi korban karena sebelumnya telah mengingatkan agar sepeda motor tersebut tidak dipinjamkan kepada orang lain.
Setelah mendapat teguran dari ibunya, korban terlihat marah dan menghancurkan barang-barang yang ada di rumahnya lalu meninggalkan rumah. Beberapa waktu kemudian, korban tidak terlihat berada di sekitar rumah.
Keluarga yang merasa curiga kemudian berusaha mencari keberadaan korban. Saat dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali. Korban pertama kali ditemukan oleh S yang juga kerabat korban di rumah milik kakeknya, almarhum JB di Kampung Tawo Rara.
Proses evakuasi dipimpin Kapolsek Kota Tambolaka, AKP Abong Kolondam dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, drg. Yulianus Kaleka.
Kanit Reskrim
Polsek Kota Tambolaka mengajukan permohonan Visum Et Repertum (VER) ke Puskesmas Watu Kawula. Jenazah kemudian diserahkan kepada petugas medis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Keluarga menduga korban mengalami tekanan setelah kejadian tersebut. Namun demikian, penyebab pasti peristiwa ini masih menunggu hasil penyelidikan aparat dan pemeriksaan medis. Kasus ini masih dalam penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada unsur pidana lain.
Namun informasi yang diperoleh, tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun keterlibatan pihak lain yang secara langsung menyebabkan kematian korban.
Kasatreskrim
Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam membenarkan kasus ini dan mengaku kalau pihaknya masih menunggu laporan dari anggota di lapangan. “Anggota kami masih olah TKP dan kami menunggu laporannya,” ujar Kasat pada Kamis (18/6/2026).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Para orang tua juga diimbau untuk memperkuat komunikasi dengan anak dan meminta warga tidak menyebarkan foto korban di media sosial.
Masyarakat sekitar juga dapat memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut. Pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat diharapkan turut memberikan dukungan moril kepada keluarga korban serta membantu menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.