• Nusa Tenggara Timur

Perkuat Siaran Sehat, KPID NTT Bangun Sinergi Bersama RRI Kupang

Reli Hendrikus | Rabu, 17/06/2026 15:53 WIB
Perkuat Siaran Sehat, KPID NTT Bangun Sinergi Bersama RRI Kupang Ketua KPID NTT ohanes Hamba Lati dan anggota KPID NTT foto bersama dengan Kepala Stasiun RRI Kupang Bersama jajaran usai melakukan pertemuan di ruang rapat kepala RRI Kupang.

KATANTT.COM--Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pertemuan silahturahmi dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang, Rabu (17/6).

Pertemuan yang digelar di Kantor RRI Kupang, Jalan Tompelo-Kupang ini guna memperkuat sinergi antara lembaga pengawas dalam hal ini KPID NTT dengan lembaga penyiaran RRI Kupang. Selain itu, juga untuk membahas penguatan konten siaran sehat bagi masyarakat NTT.

Rombongan KPID NTT dipimpin Ketua KPID NTT, Yohanes Hamba Lati didampingi Koordinator Bidang PKSP Aulora A. Modok dan dua komisioner lainnya Yohanes AR. Teme dan Trisna Dano dan diterima langsung oleh Kepala RRI Kupang Raden Muhammad Yusridarto didampingi sejumlah pejabat RRI Kupang.

Ketua KPID NTT Yohanes Hamba Lati pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan silahturahmi sebagai mitra kerja antara kedua lembaga untuk memperkuat sinergi antara lembaga pengawas dan lembaga penyiaran.

“RRI merupakan lembaga milik publik yang hadir di tengah masyarakat terutama di daerah-daerah perbatasan dan daerah 3 T. Peran RRI sangat penting sebagai media penyeimbang dengan menyajikan informasi yang akurat, mendidik dan tentunya mengakar pada budaya local,” kata Yoppy Lati mengawali pertemuan kemitraan tersebut.

Selain itu, sambung dia, kunjungan itu juga untuk mendengar langsung tantangan yang dihadapi RRI Kupang terutama terkait jangkakau siaran di wilayah perbatasan NTT, apalagi NTT memiliki empat kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dan Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua berada di bagian Selatan yang berbatasan langsung dengan Benua Australia.

“Kami ingin memastikan hak-hak masyarakat di daerah-daerah perbatasan, daerah terselatan bisa memperoleh informasi yang berkualitas yang dipancarkan oleh RRI Kupang,” kata Yohanes Hamba Lati.

Dikatakan bahwa, RRI sebagai LPP memiliki peran yang sangat strategis dan bisa dijadikan sebagai rujukan informasi publik bagi masyarakat NTT. “Untuk itu, kami mendorong RRI Kupang terus menjadi teladan penyiaran bagi media lainnya. Meenjadi media yang netral, edukatif, dan mengutamakan kepentingan publik NTT,” tambahnya.

Sementara anggota Komisioner lainnya Yohanes AR Teme mmberikan apresiasi kepada RRI Kupang yang menyiarkan langsung gelaran Piala Dunia 2026 melalui RRI Kupang. Selain itu, RRI Kupang juga menyiapkan tempat dan televisi untuk menggelar nonton bareng (Nobar) untuk warga sekitar.

“KPID memberikan apresiasi kepada RRI Kupang karena bisa menyiarkan secara langsung Piala Dunia 2026 dan menyiapkan fasilitas untuk nonton bareng,” ujar penyiar Radio Trilolok FM Kupang ini.

Kepala RRI Kupang Raden Muhammad Yusridarto menyambut baik kunjungan silahturahmi KPID NTT tersebut. Ia menegaskan bahwa RRI Kupang memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. “Prinsip kami independen dan netral. RRI harus jadi penyejuk di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, RRI sangat terbuka dengan berbagai masukan dan kritikan dari masyarakat pendengar setia RRI Kupang termasuk KPID NTT karena RRI Kupang merupakan lembaga penyiaran milik publik.

Saat ini, lanjutnya, RRI Kupang mengudara melalui Pro 1 untuk kalangan umum, Pro 2 khusus bagi anak-anak muda NTT dan Pro 4 khusus untuk budaya, UMKM dan lainnya. RRI Kupang, katanya lagi, sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menggunakan RRI Kupang untuk mengabarkan informasi-infomasi publik. Bahkan, katanya, RRI Kupang membuka kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk berbagi ilmu.

Untuk daerah jangkauan, saat ini RRI telah mengudara di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTT. Bahkan, lanjutnya, untuk semua daerah perbatasan telah memiliki pemancar RRI. Demikian pula, di hampir semua kabuten dan kota, RRI telah memiliki kontributor untuk mem-back up informasi-informasi dari pemerintah daerah.

Di Tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, lanjutnya, banyak informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya, tanpa di-sharing dan tanpa cover both side dan dipercaya begitu saja oleh masyarakat.

“Di tengah kebingungan masyarakat, RRI Kupang ingin hadir memberikan informasi yang akurat dan berimbang,” katanya. “Dalam waktu dekat, RRI Kupang akan me-launching Program Cek Fakta dengan bekerjasama dengan Masyarakat Anti Berita Hoaks. Program ini akan meluruskan informasi-informasi hoaks di tengah masyarakat,” sambungnya.

“Kebutuhan masyarakat saat ini adalah mendapatkan informasi yang akurat, berimbang, presisi dan RRI menjadi alternatif untuk mendapatkan informasi yang benar, karena tugas kami di RRI adalah mencerdaskan masyarakat,” demikian kata Raden Muhammad Yusridarto.

Di akhir pertemuan tersebut, kedua Lembaga bersepakat agar terus dilakukannya penguatan siaran dengan terus memperbanyak program edukasi digital, menolak informasi hoaks. Selain itu, terus memperkuat konten lokal dan kearifan lokal NTT seperti bahasa daerah, musik NTT. “RRI harus jadi suara Flobamorata,” tegas Komisioner KPID Aulora Modok. *

FOLLOW US