• Nusa Tenggara Timur

Warga Oebelo-Kupang Tengah Ditemukan Tewas Dalam Rumah

Imanuel Lodja | Jum'at, 01/05/2026 11:17 WIB
 Warga Oebelo-Kupang Tengah Ditemukan Tewas Dalam Rumah ilustrasi_

KATANTT.COM--Seorang perempuan Lanjut Usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, pada Kamis (30/4/2026) petang. Tim Inafis Polres Kupang pun mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan jenazah korban.

Korban diketahui berinisial PK (72), seorang perempuan lanjut usia yang selama ini hidup seorang diri sejak ditinggal meninggal dunia oleh suaminya pada tahun 2011.Informasi tersebut diperoleh dari keterangan para warga yang merupakan tetangga korban. 

Peristiwa penemuan mayat tersebut bermula sekitar pukul 14.00 wita saat seorang warga sedang memberi makan ternak kambing di belakang rumah korban. Saat itu, ia mencium aroma tidak sedap yang berasal dari dalam rumah korban.

Merasa curiga, warga tersebut kemudian mengajak warga lainnya yang berada di sekitar lokasi, yakni di tempat penggilingan padi di samping rumah korban serta seorang warga yang berada di tempat tambal ban di seberang jalan depan rumah korban.

Ketiga warga kemudian berinisiatif masuk ke dalam rumah korban yang dalam keadaan tertutup. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar dengan posisi terbaring di tempat tidur, kedua tangan terbuka lebar dan kaki tergantung di sisi tempat tidur.

Tim Inafis di Pimpin oleh Pamapta 1 Polres Kupang Ipda David Fanggidae segera mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, dengan menghadirkan tenaga medis, serta mengumpulkan bahan keterangan dari para saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis dari Pustu Oebelo, korban diduga meninggal dunia akibat faktor usia dan riwayat penyakit hipertensi yang dideritanya.

Diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan. Sementara itu Pamapta 1 Ipda David menyatakan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada korban. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak pemeriksaan dalam (otopsi).

FOLLOW US