• Nusa Tenggara Timur

Polres Mabar Beri Catatan Keras Agen Travel: Jangan Rusak Citra Wisata Labuan Bajo!

Emanuel Suryadi | Senin, 06/04/2026 19:22 WIB
Polres Mabar Beri Catatan Keras Agen Travel: Jangan Rusak Citra Wisata Labuan Bajo! Sat Pam Obvit Polres Manggarai Barat berhasil memediasi wisatawan mancanegara yang sempat terlantar di Labuan Bajo akibat ketidakjelasan jadwal keberangkatan kapal wisata (Dok. Humas Polres Manggarai Barat).

KATANTT.COM---Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) Polres Manggarai Barat melakukan tindakan responsif dalam membantu tiga wisatawan berkebangsaan Jerman yang sempat terlantar di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada Senin (6/4/2026).

Langkah kepolisian ini dilakukan melalui upaya mediasi menyusul adanya dugaan kelalaian dan ketidakjelasan informasi dari agen perjalanan Phinisi Trip, terkait jadwal keberangkatan kapal wisata.

Ketiga wisatawan mancanegara tersebut, yakni Dennis Domenik (34), Catrin (37), dan Mario Jurgen (38). Mereka dilaporkan telah berada di pelabuhan sejak pukul 08.00 WITA. Namun, hingga pukul 13.00 WITA, Kapal Pinisi MAREA yang dijadwalkan mengangkut mereka tidak memberikan kepastian keberangkatan.

Selama lima jam tanpa kepastian, situasi kian pelik lantaran pihak agen perjalanan, Phinisi Trip, sulit dihubungi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran wisatawan terhadap indikasi penipuan. Ketegangan sempat terjadi di lokasi akibat kurangnya transparansi informasi dari pihak penyedia jasa."

Kasat Pam Obvit Polres Manggarai Barat, IPTU Abnel Tamonob, S.H, menjelaskan bahwa pihaknya mengetahui kondisi tersebut setelah mendapatkan laporan dari petugas piket Easybook pelabuhan. Pihaknya kemudian bertindak cepat dengan mengambil alih komunikasi untuk meminta pertanggungjawaban agen perjalanan Phinisi Trip.

"Menanggapi keluhan tersebut, kami segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh wisatawan. Tugas kami adalah memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan di Labuan Bajo," tegasnya.

Melalui upaya persuasif dan koordinasi intensif dari kepolisian, pihak agen akhirnya merespons dan menemui wisatawan di lobby Pos Terpadu Pelabuhan Marina Waterfront pada pukul 13.25 WITA.

Dalam mediasi yang berlangsung selama 30 menit, dicapai kesepakatan bahwa pihak agen akan mengganti armada yang bermasalah dengan Kapal Pinisi Neptune. Untuk mengejar jadwal, ketiga wisatawan diberangkatkan menggunakan speedboat DREGZ menuju Manta Point, tempat kapal pengganti tersebut tengah berlabuh.

"Setelah kami mediasi, pihak agen bersedia memberikan kapal pengganti untuk melanjutkan perjalanan para tamu. Kami memastikan mereka mendapatkan hak perjalanannya kembali," ungkap Kasat Pam Obvit.

Meski berakhir damai, IPTU Abnel memberikan catatan keras bagi para pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo. Ia menekankan bahwa sikap proaktif dan transparansi dalam menyampaikan informasi merupakan kunci utama dalam pelayanan, agar citra pariwisata terjaga.

"Harus ada informasi yang proaktif kepada wisatawan jika ada perubahan rute atau pergantian kapal. Jangan sampai tamu menunggu tanpa kepastian yang justru merusak citra pariwisata kita," tegasnya dengan nada serius.

Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyedia jasa wisata agar bertindak lebih bertanggung jawab dalam melayani tamu, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku jasa wisata di Labuan Bajo untuk selalu mengedepankan profesionalisme," tutupnya.

Aksi sigap personel Polres Manggarai Barat ini mendapat apresiasi luas karena berhasil meredam potensi konflik dan memastikan wisatawan Jerman tersebut tetap dapat menikmati keindahan alam Labuan Bajo.

FOLLOW US