• Nasional

Perkuat Fondasi Bangsa, Julie Sutrisno Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ruteng

Wilibrodus Jatam | Sabtu, 28/03/2026 14:12 WIB
Perkuat Fondasi Bangsa, Julie Sutrisno Laiskodat Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ruteng Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi masyarakat dan mahasiswa di Aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Ruteng, Sabtu (28/3/2026).

KATANTT.COM---Anggota MPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang bertempat di Aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku, Ruteng, pada Sabtu (28/3/2026).

Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan masyarakat dan mahasiswa ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bapilu NasDem Manggarai, Heri Baben.

Benteng Generasi Muda di Era Digital

Dalam sambutannya, Heri Baben menegaskan urgensi sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika secara masif. Langkah ini dinilai krusial untuk membentengi generasi muda dari potensi konflik suku dan agama yang kerap tereskalasi melalui media sosial, khususnya platform TikTok.

"Bangsa Indonesia terdiri dari ratusan suku dengan karakter beragam, termasuk masyarakat Flores Manggarai yang memiliki temperamen tegas. Tanpa pemahaman Empat Pilar sebagai fondasi, potensi perpecahan sangat besar," ujar Heri.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Flores memiliki kewajiban moral untuk menjadi garda terdepan penjaga Pancasila.

"Pancasila lahir di bumi Flores, tepatnya di Ende. Kita harus membuktikan bahwa toleransi di sini sangat tinggi sebagai warisan tempat lahirnya ideologi negara," tambahnya.

Korelasi Lingkungan Hidup dan Ketahanan Nasional

Menariknya, Heri Baben turut menyoroti aspek lingkungan sebagai faktor kunci ketahanan nasional. Ia membandingkan kedamaian Indonesia dengan wilayah Timur Tengah yang kerap dilanda konflik.

Menurutnya, alam yang hijau dan teduh turut memengaruhi karakter manusia. 

"Jika alam kita rusak dan gersang, emosi masyarakat akan lebih mudah tersulut. Saya mengajak kaum muda mengamalkan semangat Laudato Si atau menjaga alam demi mempertahankan karakter bangsa yang damai dan inklusif," jelasnya.

Implementasi Nilai dan Pijakan Bernegara

Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Laurentius Ni, S.H., M.H., memaparkan secara mendalam mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan. 

Beliau menekankan empat poin krusial sebagai tiang penyangga Indonesia:

  1. Pancasila: Sebagai pandangan hidup yang menyatukan keberagaman melalui nilai keimanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.
  2. UUD NRI 1945: Konstitusi permanen yang mengatur struktur pemerintahan (Trias Politika) serta hak dan kewajiban warga negara.
  3. NKRI: Bentuk negara kesatuan dengan kedaulatan rakyat yang menyeimbangkan keamanan dan kesejahteraan.
  4. Bhinneka Tunggal Ika: Semboyan toleransi dan gotong royong di tengah perbedaan etnis, agama, dan budaya.

Dr. Laurentius menjelaskan bahwa perbedaan agama adalah jalan personal menuju Tuhan, namun tujuannya tetap satu. 

"Manusia adalah makhluk simbolis yang saling tergantung. Kelebihan kita menutup kekurangan orang lain. Inilah inti kemanusiaan yang adil dan beradab," paparnya.

Dari aspek hukum, ia menjelaskan peran Mahkamah Konstitusi (MK) dalam mengawal undang-undang serta filosofi NKRI yang memandang laut bukan sebagai pemisah, melainkan pemersatu antarpulau.

Harapan bagi Generasi Muda

Menutup kegiatan, narasumber menekankan pentingnya pengendalian diri bagi generasi muda di tengah arus globalisasi. 

Penanaman karakter melalui pendidikan kewarganegaraan dinilai sangat vital agar pemuda tidak terjebak dalam ujaran kebencian di ruang digital.

"Masa depan bangsa ada di tangan anak muda. Dengan memahami Empat Pilar dan kearifan lokal, kita memastikan Indonesia tetap tegak berdiri meski di tengah perubahan zaman," pungkas Dr. Laurentius.

FOLLOW US