Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, berfoto bersama peserta Bimtek pengelolaan program dan kesekretariatan TP PKK dari 12 kecamatan se-Kabupaten Manggarai di Aula Santu Aloisius Efata Ruteng, Jumat (10/7/2026).
KATANTT.COM---Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan program dan kesekretariatan bagi seluruh pengurus TP PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Manggarai di Aula Santu Aloisius Efata Ruteng, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop tersebut mengusung tema “Bersama dalam Visi, Bergerak dalam Aksi dan Kolaborasi Menguatkan, PKK Manggarai Maju”. Hadir dalam kegiatan itu Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, Wakil Ketua TP PKK Apolonia Jiuk, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Manggarai Tarsi Asong, serta seluruh pengurus TP PKK dari 12 kecamatan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola organisasi, memperkuat administrasi dan kesekretariatan, sekaligus menyamakan visi untuk mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK hingga tingkat kecamatan.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Manggarai, Tarsi Asong, menegaskan bahwa gerakan PKK memiliki landasan hukum yang kuat dan memegang peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat.
"PKK kecamatan adalah perpanjangan tangan pemerintah kabupaten dalam mewujudkan program pemberdayaan masyarakat," tegas Tarsi.
Menurutnya, pengurus PKK juga dituntut mampu membangun kemitraan guna menghadirkan berbagai sumber dukungan bagi masyarakat, sekaligus membagi waktu secara bijaksana antara tugas organisasi dan tanggung jawab keluarga.
"Melalui workshop ini, kapasitas pengurus harus semakin kuat agar mampu menjalankan tugas secara profesional," tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina Nabit mengingatkan para pengurus agar mampu menghadapi tantangan ekonomi dengan mengelola organisasi maupun keuangan keluarga secara bijak.
"Perempuan adalah penggerak keluarga dan masyarakat. Karena itu, kita harus cerdas mengelola setiap tantangan," ujar Meldyanti.
Ia menilai perempuan memiliki peran sentral dalam membangun generasi penerus sekaligus menjadi pilar utama dalam kehidupan keluarga. Karena itu, para kader PKK diminta terus menanamkan nilai ketangguhan kepada anak-anak perempuan.
"Perempuan harus tangguh. Di mana ada perempuan, di situ kehidupan harus menjadi lebih baik," tegasnya.
Meldyanti juga mengingatkan bahwa keberadaan PKK di tingkat kecamatan merupakan bagian dari dukungan terhadap tugas kepala wilayah. Istri camat maupun sekretaris camat dituntut memahami persoalan riil masyarakat sehingga mampu menghadirkan solusi yang tepat.
Menurutnya, seorang pemimpin harus hadir di tengah masyarakat, memiliki visi yang membangun, mampu mengendalikan diri, serta mengutamakan komunikasi dan semangat mendengar aspirasi anggota.
"Pemimpin harus hadir, melayani, dan lebih banyak mendengar daripada berbicara," katanya.
Di akhir arahannya, Meldyanti menekankan pentingnya membangun tim kerja yang solid, adaptif, dan kolaboratif untuk menghadapi berbagai tantangan organisasi.
"Kepemimpinan yang kuat lahir dari kolaborasi, komunikasi yang efektif, dan kemampuan membaca potensi setiap anggota," pungkasnya.