Rumah BUMN Labuan Bajo bersama Damkar Manggarai Barat memberikan edukasi dan simulasi tanggap kebakaran bagi pelaku UMKM kuliner di Labuan Bajo (6/2/2026).
KATANTT.COM---Rumah BUMN (RB) Labuan Bajo menggandeng Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Manggarai Barat untuk menggelar sosialisasi dan pelatihan tanggap bencana kebakaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Jumat (6/2/2026).
Langkah preventif ini diambil guna memberikan bekal pengetahuan praktis kepada para pengusaha lokal dalam menangani potensi kebakaran ringan, terutama di lingkungan tempat usaha mereka yang memiliki risiko tinggi.
Abhi Caesar Putra Perdana, CFO Muda Rumah BUMN Labuan Bajo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rumah BUMN sebagai pusat informasi tanggap bencana bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Hari ini kita sasar teman-teman UMKM yang berisiko tinggi karena sering bersentuhan dengan api," ujar Abhi di sela-sela kegiatan.
Sebanyak 25 peserta yang didominasi oleh pelaku usaha sektor Food and Beverage (F&B) mengikuti pelatihan ini. Abhi menyoroti bahwa pelaku usaha kuliner, khususnya ibu-ibu, memiliki intensitas tinggi dalam berinteraksi dengan api di dapur setiap harinya. Hal ini menjadikan pengetahuan mitigasi sebagai hal krusial untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
"Kami ingin mereka bisa menanggulangi risiko kebakaran kecil agar tidak menjadi lebih besar di kemudian hari," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Damkar Manggarai Barat, Fidelis Gatur, memaparkan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai metode pencegahan kebakaran, baik secara konvensional maupun modern.
"Pencegahan bisa menggunakan karung basah sebagai cara tradisional, atau menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk cara modern," jelas Fidelis.
Untuk memastikan pemahaman yang mendalam, para peserta tidak hanya menerima teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para pelaku UMKM tampak antusias mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan karung goni basah dan mengoperasikan tabung APAR dengan benar.
Fidelis menambahkan bahwa kunci utama dalam menghadapi kebakaran adalah ketenangan. Melalui simulasi ini, diharapkan para pelaku usaha tidak panik saat menghadapi percikan api di dapur mereka.
Ia menekankan bahwa langkah pencegahan dini adalah faktor kunci untuk menghindari kerugian materiil maupun hilangnya nyawa.
"Jangan sampai ada kejadian kebakaran yang memakan korban jiwa. Itu tidak boleh terjadi, maka pencegahan awal sangat penting," pungkas Fidelis.