• Nusa Tenggara Timur

Cuaca Ekstrem Melanda NTT, Dua Kapal Motor di Ende Tenggelam

Imanuel Lodja | Kamis, 22/01/2026 10:08 WIB
 Cuaca Ekstrem Melanda NTT, Dua Kapal Motor di Ende Tenggelam Kurun waktu kurang dari 24 jam dua unit kapal motor tenggelam dihantam ombak dan angin kencang saat cuaca ekstrem di perairan teluk Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KATANTT.COM--Kurun waktu kurang dari 24 jam dua unit kapal motor tenggelam dihantam ombak dan angin kencang saat cuaca ekstrem di perairan teluk Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski tidak ada korban jiwa dalam karamnya Kapal Motor (KM) Ana Oda dan Perahu Motor (PM) Fatir namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kejadian pertama menimpa KM Ana Oda sebuah kapal motor berkapasitas 20 GT milik Iskandar A. Karim. Pada Selasa (20/1/2026) dinihari, kapal tersebut terpantau masih berlabuh aman di Pantai Amburima sekitar pukul 02.00 wita.

Merasa cuaca cukup kondusif, nakhoda beserta ABK memutuskan untuk beristirahat di darat. Namun, hanya berselang satu jam, saat nakhoda kembali untuk mengecek kondisi kapal menggunakan senter, KM Ana Oda sudah tidak terlihat lagi.

Kapal berukuran panjang 22 meter itu karam bersama seluruh isinya, termasuk mesin Isuzu, genset, hingga stok bahan bakar dan logistik.

Barang materil yang tenggelam bersama kapal tersebut yakni mesin 4 slinder (Isuzu 125 PS), mesin 4 slinder (Isuzu 100 PS), mesin deret 300 PK, mesin genset 3000 Wt, mesin genset 1200 Wt, lampu sorot 10 buah 100 Wt, satu drum solar, bensin, beras 2 karung dan perlengkapan lainnya. Kerugian dari kecelakaan laut ini mencapai ratusan juta rupiah

PM Fatir Pecah Jadi Kepingan

Insiden serupa kembali terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 05.30 Wita di Pantai Ambundai. Perahu motor Fatir milik Nurdin (55) ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Papan alas perahu kayu tersebut berhamburan di pesisir pantai setelah dihantam gelombang tinggi. "Kapal ditemukan sudah tenggelam, namun masih terikat pada pelampung," ujar Salaha satu warga di lokasi kejadiam.

Estimasi kerugian untuk PM Fatir sendiri mencapai Rp 75 juta, mencakup mesin engkol, peralatan pancing, dan perlengkapan elektronik lainnya.  Merespons dua kejadian beruntun ini, personel Satpolairud Polres Ende bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pendataan dan pengumpulan bahan keterangan.

Kasat Polairud Polres Ende, AKP Pua Hamid mengimbau kepada seluruh masyarakat nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kami minta para nelayan untuk sementara waktu lebih waspada dan mempersiapkan peralatan keselamatan yang memadai. Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi saat ini sangat berisiko," ujarnya.

"Mengingat kondisi cuaca yang sedang tidak menentu kami minta kepada para nelayan untuk memastikan peralatan keselamatan (life jacket) selalu tersedia dan memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum memutuskan neraktifitas di laut dan untuk sementara waktu tidak melaut dulu hingga kondisi perairan teluk Ende kembali Kondusif," tambahpnya.

Hingga saat ini, kedua kapal tersebut belum dapat dievakuasi. Kondisi laut yang masih ganas dengan gelombang tinggi dan angin kencang menjadi kendala utama bagi tim di lapangan maupun pemilik kapal.

FOLLOW US