Foto bersama peserta dan narasumber Seminar Natal Nasional 2025 di Unika Santu Paulus Ruteng.
KATANTT.COM---Perayaan Natal Nasional 2025 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional mengangkat tema besar "Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga" (Mat. 1:21–24) dengan subtema "Fenomena Judi Online sebagai Jalan Pintas". Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Aula Kampus Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng, Nusa Tenggara Timur.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan akademisi lintas bidang, di antaranya Pdt. Dr. Cindy Cecilia Tumbelaka-van Munster (Pendeta GIPB dan akademisi), Susana Florika Kandaimu (Ketua Umum PP PMKRI), Prita Ismayani Sriwidyarti (Sekretaris Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA RI), Dr. Fransiska Widyawati, Dr. Marthin Chen (Direktur Puspas Keuskupan Ruteng), serta Dr. Maksimilianus Jemali (Wakil Ketua LPPM Unika Santu Paulus Ruteng).
Ketua Umum PP PMKRI, Susana Florika Kandaimu, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang sebelumnya digelar di Bandung dan akan berlanjut di Merauke.
Menurutnya, judi online telah menjadi persoalan serius yang menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa dan lingkungan gereja.
"Judi online sudah sangat marak dan sering dianggap sebagai jalan pintas keluar dari persoalan ekonomi. Padahal dampaknya justru menghancurkan masa depan pribadi, keluarga, dan generasi muda. Karena itu, kami mendorong kolaborasi pemerintah, gereja, kampus, dan masyarakat untuk bersama-sama memeranginya," ujar Susana.
Ia menegaskan, PMKRI juga aktif melakukan advokasi dan audiensi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk mendorong pemberantasan situs-situs judi online. Selain itu, peningkatan literasi digital, penguatan soft skill anak muda, dan pelibatan aktif mahasiswa dalam organisasi dinilai menjadi langkah konkret mencegah jebakan judi online.
Sementara itu, Pdt. Dr. Cindy Cecilia Tumbelaka-van Munster menyoroti judi online dari perspektif iman Kristen. Menurutnya, Natal tidak boleh dirayakan secara ritual semata, tetapi harus menyentuh realitas penderitaan yang dialami banyak keluarga.
"Judi online lahir dari mentalitas jalan pintas. Dalam iman, tidak ada jalan pintas. Yang ada adalah jalan keselamatan yang menuntut perjuangan, kejujuran, dan kesetiaan. Judi online sangat merusak karena menciptakan kecanduan dan menghancurkan hubungan keluarga" tegasnya.
Dari sisi akademik, Dr. Fransiska Widyawati memaparkan hasil Riset Hibah APTIK 2025 tentang judi di kalangan mahasiswa di NTT yang melibatkan 1.162 responden dari 43 kampus. Riset ini menunjukkan bahwa judi online tidak hanya persoalan personal, tetapi juga masalah struktural yang berkaitan dengan kemiskinan, ketidakadilan, lemahnya penegakan hukum, serta budaya mental instan.
Hal senada disampaikan Dr. Maksimilianus Jemali, yang menekankan peran kampus dalam memerangi kulturisasi judi online melalui edukasi literasi digital dan finansial, pengawasan, serta penyediaan ruang konseling bagi mahasiswa. Ia juga mendorong kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan dunia usaha.
Mewakili Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Prita Ismayani Sriwidyarti menegaskan bahwa judi online merupakan ancaman serius bagi ketahanan keluarga, terutama perempuan dan anak.
Prita mengajak gereja dan komunitas untuk menjadi garda terdepan dalam edukasi, pencegahan, dan pemulihan korban judi online, serta memperkuat kolaborasi dengan program-program pemerintah.
Ia memaparkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menunjukkan perputaran uang judi online pada 2024 mencapai sekitar Rp900 triliun dan diperkirakan meningkat pada 2025, dengan jutaan pemain dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan remaja.
"Natal mengingatkan kita bahwa keselamatan keluarga adalah tanggung jawab bersama. Judi online bukan hiburan, melainkan jebakan yang merusak masa depan," tegas Prita.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan bersama untuk membangun kesadaran kolektif menolak judi online demi terwujudnya keluarga yang tangguh dan masa depan Indonesia yang lebih bermartabat menuju Indonesia Emas 2045.