• Nusa Tenggara Timur

Program Tani Merdeka Jawab Tantangan dan Kendala Petani di Belu

Yansen Bau | Sabtu, 14/09/2024 07:08 WIB
Program Tani Merdeka Jawab Tantangan dan Kendala Petani di Belu Kebun percontohan Petani di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL menggunakan pupuk dan pestisida organik pasca ikuti pelatihan program Tani Merdeka

KATANTT.COM--Petani di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL menyampaikan terima kasih kepada organisasi Tani Merdeka atas programnya yang sangat mambantu meningkatkan kapasitas para petani.

Menurut Fernandes Ulu salah seorang petani, program Tani Merdeka sangat membantu para petani dalam membuat pupuk dan pestisida organik ditengah mahalnya harga pupuk dan pestisida saat ini.

Dikatakan, dirinya telah mengikuti pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik dari program Tani Merdeka di PT. Timor Farm Nusantara, Nekus, Kabupaten TTU pada gelombang pertama." Saya bersama beberapa warga petani sudah ikut program ini pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik," ujar wargaDusun Ritirai, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak itu.

Lanjut Ulu, program Tani Merdeka telah menjawab tantangan, kendala serta persoalan yang dihadapi para petani di perbatasan Belu selama ini. Pasalnya dengan Tani Merdeka petani bisa membuat pupuk dan pestisida organik sendiri.

"Kami sangat bersyukur dan terima kasih bisa dapat kesempatan ikut pelatihan program peningkatkan kapasitas dari Tani Merdeka ini," Kami dilatih bagaimana cara membuat pupuk dan pestisida organik, dan ini sangat membantu kami petani," bilang dia.

Jelas Ulu, pembuatan pupuk dan pestisida dan pupuk organik dalam pelatihan sangat sederhana. Tidak saja itu, untuk bahan dasarnya mudah didapatkan dan hasil dari pupuk organik khasiatnya sangat luar biasa.

"Di pelatihan ada tiga macam yang diajarkan, pertama cara pembuatan pestisida (Pupuk NPK), Pupuk Mikorija, dan pupuk mikoroba. Mikorija itu pupuk dasar yang sebelum kita tanam, itu yang digunakan duluan," urai Ulu.

Senada Felix Soares salah seorang petani menjelaskan, usai mengikuti pelatihan program Tani Merdeka, mereka langsung praktek dengan membuka lahan percontohan bersama beberapa petani.

"Pupuk yang digunakan sangat baik dan aman untuk kesehatan manusia maupun hewan. Dengan pupuk yang kami buat sendiri ini sangat membantu kami, dan tidak perlu pikir untuk membeli pupuk lagi di tokoh atau pun di agen," ucap dia saat ditemui media di kebun percontohan pada Kamis kemarin.

Dikatakan, pihaknya bersama timnya akan mulai mengerjakan lahan seluas 2 hektar yang beralamat di Dusun Laka Ritirai, Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak sebagai kebun percontohan di perbatasan Belu.

" Sementara kita olah lahannya dengan menanam sawi, tomat gunakan pupuk dan pestisida organik yang dibuat sendiri. Selesai panen, kita langsung olah lagi lahannya untuk ditanami tanaman komoditas," ungkap Felix.

Terpisah, Ketua DPC Tani Merdeka Kabupaten Belu, Vicente Hornai menyampaikan, pihaknya telah mengirim kurang lebih seratus warga petani dalam tiga gelombang ikuti pelatihan pembuatan pupuk dan pestisida organik di Nekus.

"Baru-baru ini kita kirim 30 petani ikut pelatihan. Dua gelombang sebelumnya telah kembali dan mereka sudah gunakan pupuk dan pestisida organik hasil olahan mereka sendiri," sebut Vicente, Sabtu (14/9/2024)

Dia menyampaikan, tujuan program Tani Merdeka yakni menciptakan masyarakat petani yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi melalui pembinaan dan pendampingan dalam berbagai aspek pertanian.

FOLLOW US