• Nusa Tenggara Timur

Wisatawan Asing Tewas di Cunca Wulang, Tokoh Pemuda Kecam Bobroknya Sarpras Wisata

Emanuel Suryadi | Senin, 25/05/2026 16:55 WIB
Wisatawan Asing Tewas di Cunca Wulang, Tokoh Pemuda Kecam Bobroknya Sarpras Wisata Tokoh Pemuda Kecamatan Mbeliling Filmon Santoso dan Ketua AITTA NTT Rafael Todowela.

KATANTT.COM---Dua wisatawan asal Austria meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung di objek wisata alam Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, pada Minggu (24/5/2026).

Kedua korban diketahui berinisial A (57) dan Jurgen (55). Keduanya terjatuh dari ketinggian kurang lebih 10 meter dan mendarat di dasar sungai yang dipenuhi bebatuan besar.

Atas insiden tersebut, Tokoh Pemuda Kecamatan Mbeliling, Filmon Santoso, menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang menimpa kedua wisatawan asing tersebut. Ia menilai insiden ini sebagai tamparan keras bagi pengelolaan keselamatan pariwisata di Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) secara umum.

Oleh karena itu, Filmon menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh dipandang sebagai musibah biasa tanpa adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di destinasi wisata.

"Kami mengecam segala bentuk kelalaian dan lemahnya pengawasan terhadap fasilitas wisata yang berpotensi membahayakan nyawa pengunjung," ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang kini menjabat sebagai Ketua PSI Kecamatan Mbeliling tersebut mengingatkan otoritas terkait bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama.

"destinasi wisata bertaraf internasional mestinya dikelola dengan standar keamanan yang jelas dan memadai," tegasnya.

Senada dengan Filmon, Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (AITTA) NTT, Rafael Todowela, meminta pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah nyata guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Pemerintah tidak boleh hanya fokus pada promosi pariwisata, tetapi juga wajib memastikan seluruh infrastruktur wisata berada dalam kondisi aman dan layak digunakan. Harus ada pengawasan yang serius, perawatan rutin, serta inspeksi berkala terhadap jembatan dan seluruh fasilitas yang digunakan wisatawan," ujar Rafael Todowela.

Menyikapi insiden mengenaskan tersebut, Filmon Santoso dan Rafael Todowela menyampaikan lima poin desakan kepada pemerintah daerah, dinas terkait, serta pengelola destinasi wisata, di antaranya:

  1. Melakukan investigasi secara menyeluruh, objektif, dan transparan terkait penyebab kejadian.
  2. Mengevaluasi kondisi seluruh jembatan dan fasilitas wisata, khususnya di kawasan wisata alam.
  3. Melaksanakan perawatan (maintenance) dan inspeksi berkala terhadap seluruh infrastruktur wisata.
  4. Menyediakan standar keselamatan yang memadai, termasuk papan peringatan, Standard Operating Procedure (SOP) evakuasi, dan pengawasan lapangan.
  5. Menindak tegas pihak yang terbukti lalai terhadap keselamatan pengunjung.

Menutup pernyataan sikapnya, kedua tokoh tersebut menyampaikan harapan agar tragedi ini tidak merusak citra pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, dan Flores di mata dunia. Bagi mereka, pariwisata yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, melainkan juga oleh komitmen terhadap keselamatan, tanggung jawab, dan kemanusiaan.

FOLLOW US