Pemberian Makanan Tambahan bagi bayi dan Bantuan Makanan Tambahan (BMT) bagi Bumil di Desa Nonbes Kecamatan Amarasi tepatnya di Puskesmas Oekabiti, yang dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert Amhek dihadiri beberapa OPD diantarannya Kadis Dukcapil Yulius Taklal dan Kadis Perikanan Jackson Baok, Jumat (2/12/2022).
KATANTT.COM--Pencegahan dan penanganan masalah stunting dan gizi buruk terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Gerakan penanganan yang dilakukan salah satu pemberian Makanan Tambahan (TMT) bagi bayi dan Bantuan Makanan Tambahan (BMT) bagi Bumil di Desa Nonbes Kecamatan Amarasi tepatnya di Puskesmas Oekabiti, yang dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Robert Amheka dihadiri beberapa OPD diantaranya Kadis Dukcapil Yulius Taklal dan Kadis Perikanan Jackson Baok.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Robert Amheka dalam sela-sela kegiatan pemberian makan tambahan bagi Balita dan Bumil mengatakan kondisi stunting di Kabupaten Kupang saat ini masuk dalam penanganan terpadu, secara data dari 24 % turun menjadi 19,88 % .
" Ya dengan penurunan berarti kita tidak boleh lengah, puas diri, harus tetap berusaha supaya presentasi semakin naik," ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Pemerintah Pusat telah memberikan bantuan berupa makanan tambahan (TMT) untuk 5 Kabupaten/Kota di NTT, salah satunya Kabupaten Kupang karena atas kerja keras kita sehingga proposal yang diajukan terjawab.
Anggaran BMT diberikan kurang lebih untuk 900 orang dengan besarannya Rp 1,3 miliar dan TMT untuk bayi balita sebanyak 3000 anak stunting dengan anggarannya kurang lebih Rp 4 milliar yang tersebar di 27 puskesmas.
Diharapkan menjadi perhatian bersama guna bantuan ini bisa tepat sasaran. "Diharapkan di tahun 2045 dari 109 anak ini nantinya berkembang dan menjadi orang hebat, kalau bisa ada yang jadi calon bupati," tutupnya.
Diketahui kegiatan ini turut hadir pula Kapolsek Amarasi, Sekcam Amarasi, Kepala Desa Nonbes, Kapus Oekabiti dan jajarannya, serta masyarakat setempat.