KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai terus menggencarkan upaya pencegahan dan pengendalian rabies di wilayahnya. Tim Penanggulangan Rabies Kecamatan Langke Rembong kembali melakukan operasi lapangan di Kota Ruteng, Kamis (9/10/2025), dan berhasil mengevakuasi serta mengeliminasi tiga ekor hewan penular rabies (HPR) jenis anjing.
KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi memberlakukan Instruksi Bupati Manggarai Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pembatasan Pergerakan Hewan Penular Rabies (HPR). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 01/Disnak/2025 tertanggal 4 Agustus 2025, yang ditujukan kepada perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, hingga seluruh masyarakat.
KATANTT.COM---Internasional Rabies Taskforce UK bekerja sama dengan PDHI Cabang NTT, Mission Rabies, Worldwide Veterinery Service dan Dinas Peternakan NTT melakukan pelatihan vaksinasi rabies bagi petugas vaksinator Kabupaten Belu dan Malaka.
KATANTT.COM---Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai, Yustina Hangung Lajar, memastikan ketersediaan vaksin untuk Hewan Penular Rabies (HPR) di daerah itu masih mencukupi. Saat ini, terdapat 20 ribu dosis vaksin yang siap digunakan dalam upaya pencegahan dan pengendalian rabies.
Upaya mencegah penyebaran virus rabies di wilayah Kota Kupang terus dilakukan. Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Dinas Pertanian Kota Kupang melakukan vaksinasi rabies massal bagi hewan peliharaan anjing milik warga.
KATANTT.COM---Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) kembali mencoreng Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kali ini, seorang balita berusia 5 tahun bernama Tano menjadi korban gigitan anjing di Kelurahan Lawir, Kecamatan Langke Rembong pada Selasa (1/7/2025).
Lima warga Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, terkena gigitan anjing diduga rabies. Kelima warga korban gigitan anjing sudah ke Puskesmas Fatumonas pada Senin (14/4/2025) siang untuk dilakukan pemeriksaan dan melakukan vaksinasi pertama pencegahan rabies.
Seorang anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kembali menjadi korban gigitan anjing rabies. Korban IS (12) merupakan warga Desa Taiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS. Ia meninggal usai digigit anjing beberapa waktu lalu.
Yoksan Selan (43) pasien suspek rabies asal RT 12/RW 06, Kelurahan Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia pada Selasa (7/11/2023) sekitar pukul 03.30 Wita, saat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Niki-Niki.
Tiga orang warga yang semuanya pria di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diserang anjing diduga rabies pada Minggu (29/10/2023). Ketiga korban terdiri dari dua orang pria dewasa dan satu orang bocah berusia 10 tahun.
Setelah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kini kasus rabies merebak masuk Kota Kupang, ibukota Provinsi NTT. Informasi yang beredar di grup-grup whatsapp menyatakan, sejumlah sampel anjing di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang yang diperiksa dan hasilnya positif rabies.
Dua orang anak berusia tujuh tahun suspek rabies yang sebelumnya dirawat di RSUD Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan meninggal dunia. Korban MS yang dirawat di ruang C menghembuskan napas terakhir pada Rabu (28/6/2023) pukul 01.15 wita.