Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Timor Tengah Selatan (TTS) menuntaskan kasus tindak pidana pengedar uang palsu dan penipuan yang dilakukan GT alias Groventus (20) pada 4 Desember 2025 lalu di Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS.
KATANTT.COM---Seorang guru di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Emiliana Helni (59), melaporkan kasus dugaan penipuan ke Kepolisian Resor (Polres) Manggarai pada Jumat (5/9/2025).
KATANTT.COM---Kasus dugaan penipuan yang menimpa wisatawan asal Inggris, Mattew (35), di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berakhir damai. Perdamaian tercapai setelah dua terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada korban.
RT (44), warga asal Pasuruan, Jawa Timur dijemput penyidik Satreskrim Polresta Kupang Kota di Jakarta belum lama ini. Ia dilaporkan oleh D dalam kasus penggelapan terkait bisnis asam biji yang terjadi pada 27 September 2024 lalu
Penyidik Direktorat Reskrimum Polda NTT menuntaskan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Demsy Ronald Dully, seorang anggota polisi aktif yang bertugas di Polresta Kupang Kota.
AF alias Arif (27), yang sehari-hari berjualan aneka obat diamankan aparat Polres Sikka pada Selasa (10/9/2024) malam. Warga asal Palangkaraya Kalimantan Tengah ini menipu warga Kabupaten Sikka di Pulau Flores, dan melakukan hipnotis guna mendapatkan keuntungan.
FA, seorang perempuan di Kota Kupang, segera disidangkan terkait kasus pidana yang dilakukan. FA merupakan tersangka tindak pidana penipuan berkedok sewa mobil rental yang kasusnya ditangani penyidik Polsek Kota Lama.
Demsy Ronald Dully, anggota Polresta Kupang Kota mengajukan permohonan praperadilan terhadap Kapolda NTT. Permohonan ini terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang kurang lebih Rp 400 juta.
Ada unggahan video yang menyatakan bahwa sejumlah nasabah bank BUMN kehilangan uang yang disimpan di rekening menjadi viral di media sosial. Dalam video sebagaimana dilansir kompas.com dijelaskan bahwa kehilangan uang yang dialami nasabah merupakan efek oknum pemerintah semasa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang dinilai menghabiskan biaya besar akibat alokasi bantuan sosial (bansos).