Kafegama bersama JPIC OFM Indonesia menuntaskan distribusi 1.265 paket bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur. (Foto: Dok. JPIC OFM Indonesia)
KATANTT.COM---Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Kafegama) bersama JPIC OFM Indonesia menuntaskan distribusi 1.265 paket bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap selama sepekan, mulai 7 September hingga Senin, 14 September 2026. Bantuan menyasar sejumlah kampung dan wilayah di Kecamatan Sambi Rampas yang terdampak bencana gempa bumi.
Perwakilan Kafegama, Vicky Yuwandi, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas keluarga besar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM kepada masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
"Kami hadir membawa solidaritas dari keluarga besar alumni FEB UGM," kata Vicky.
Ia menyadari bantuan yang diberikan tidak akan mampu menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat akibat gempa. Namun, menurut dia, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi tanda bahwa masyarakat terdampak tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit.
"Bumi boleh bergoyang, rumah boleh hancur dan retak, tetapi semangat, kerukunan, dan persaudaraan kita tidak boleh retak dan hancur," tegasnya.
Vicky berharap masyarakat tetap memiliki kekuatan untuk melewati masa pemulihan setelah bencana.
"Semoga masyarakat tetap semangat, tabah, sehat, dan perlahan bangkit kembali untuk membangun kehidupan yang lebih baik," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada JPIC OFM Indonesia yang terlibat langsung dalam proses distribusi bantuan hingga menjangkau kampung-kampung terdampak.
"Atas nama Kafegama, kami berterima kasih kepada JPIC OFM Indonesia yang bekerja tanpa lelah memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan," katanya.
Apresiasi terhadap kepedulian tersebut juga datang dari pemerintah setempat. Perangkat Desa Nangambaur, Yusuf Jafar, menyampaikan terima kasih kepada Kafegama dan JPIC OFM Indonesia atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.
Hal serupa disampaikan Lurah Mbaras, Geradus Ndarung. Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, atas nama JPIC OFM Indonesia, Pater Yohanes Kristo Tara, OFM, menyampaikan terima kasih kepada Kafegama dan seluruh alumni FEB UGM yang telah mempercayakan penyaluran bantuan kepada JPIC OFM Indonesia.
"Terima kasih kepada Kafegama dan seluruh alumni FEB UGM yang telah mempercayakan penyaluran bantuan ini kepada JPIC OFM Indonesia," ungkap Pater Kristo.
Menurut Kristo, kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas komunitas, terutama untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan dukungan dalam proses pemulihan.
Kolaborasi Kafegama dan JPIC OFM Indonesia tersebut sekaligus menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga kehadiran, kepedulian, dan dukungan moral agar masyarakat terdampak memiliki kekuatan untuk kembali menata kehidupan mereka.