• Nusa Tenggara Timur

Komisi IX DPR RI Turun ke Manggarai, Perkuat Layanan Kesehatan Korban Gempa

Wilibrodus Jatam | Sabtu, 22/08/2026 21:23 WIB
Komisi IX DPR RI Turun ke Manggarai, Perkuat Layanan Kesehatan Korban Gempa Komisi IX DPR RI saat meninjau penanganan kesehatan korban gempa dan Faskes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng.

KATANTT.COM---Komisi IX DPR RI turun langsung ke Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 tetap berjalan di tengah situasi tanggap darurat.

Kunjungan Kerja Spesifik dalam rangka pelayanan kesehatan pada daerah terdampak bencana itu berlangsung pada 21–23 Agustus 2026, sebagai bagian dari Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.

Rombongan Komisi IX DPR RI diterima Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai, Jumat malam, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 23.16 WITA.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kondisi korban, kebutuhan kesehatan masyarakat, serta pelayanan medis di sejumlah wilayah terdampak.

Dalam pertemuan itu, Bupati Hery Nabit memaparkan perkembangan terbaru penanganan bencana, termasuk jumlah korban meninggal dunia dan kondisi masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan.

31 Warga Meninggal, Satu Relawan Turut Gugur

Bupati Hery Nabit menyampaikan bahwa hingga saat itu jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 31 orang.

Selain korban dari masyarakat, satu relawan kemanusiaan juga meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak.

"Data korban meninggal dunia saat ini 31 orang, ditambah satu relawan kemanusiaan,” ujar Bupati Hery Nabit.

Relawan tersebut adalah Ahmad Zaki Ali, Founder Yayasan Gerak Bareng, yang meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Bupati menyampaikan duka mendalam atas kepergian Ahmad Zaki Ali yang datang ke Manggarai untuk membantu warga di tengah situasi bencana.

“Kita sangat berduka. Beliau datang untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit. Dedikasinya patut kita hormati,” kata Bupati Hery.

Sementara itu, jumlah korban luka berat dan luka ringan dilaporkan mulai menurun setelah mendapatkan penanganan medis. Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama tenaga kesehatan tetap melakukan pemantauan terhadap korban yang masih menjalani perawatan.

Pelayanan Kesehatan Jadi Garis Depan Penanganan

Kehadiran Komisi IX DPR RI tidak berdiri sendiri. Kunjungan tersebut melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan badan yang memiliki keterkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak bencana.

Di antaranya Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Pusat Krisis Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), BPJS Kesehatan, serta Badan Gizi Nasional.

Keterlibatan lintas lembaga tersebut diarahkan untuk memperkuat respons kesehatan secara terpadu.

Bukan hanya pelayanan medis, tetapi juga memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan dan perbekalan kesehatan, jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, hingga kebutuhan gizi masyarakat selama masa tanggap darurat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai, dukungan tersebut menjadi penting karena kebutuhan masyarakat terdampak terus berkembang seiring dengan kondisi bencana dan gempa susulan.

Bupati dan Wakil Bupati Terus Turun ke Pengungsian

Di tengah kekhawatiran warga terhadap gempa susulan, Bupati Hery Nabit dan Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu tetap bergerak dari satu lokasi pengungsian ke lokasi lainnya.

Keduanya tidak hanya mengunjungi posko, tetapi juga membawa bantuan dan mendengar langsung keluhan warga.

Posko yang didatangi mencakup posko terpusat maupun posko mandiri yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Manggarai.

Dalam perjalanan menuju lokasi pengungsian, Bupati dan Wakil Bupati beberapa kali dihentikan atau didatangi warga terdampak. Mereka menyampaikan kondisi keluarga, kebutuhan mendesak, serta persoalan yang dihadapi sejak gempa mengguncang wilayah tersebut.

Pertemuan langsung itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk melihat kondisi warga dari dekat, sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan diberikan sesuai kebutuhan nyata di lapangan.

Di Tengah Bencana, Bupati Tak Kuasa Menahan Haru

Beratnya situasi bencana juga terlihat dari ekspresi Bupati Hery Nabit ketika menyampaikan perkembangan kondisi masyarakat kepada publik.

Dalam sejumlah kesempatan siaran langsung televisi, Bupati terlihat menahan haru bahkan menangis saat berbicara mengenai korban dan penderitaan masyarakat akibat gempa.

Momen tersebut memperlihatkan sisi kemanusiaan di balik tugas pemerintah yang dituntut mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat.

Di tengah kehilangan puluhan warga, pemerintah daerah harus tetap bekerja memastikan korban mendapatkan pertolongan, pengungsi memperoleh kebutuhan dasar, dan pelayanan publik tidak berhenti.

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi korban dan keluarga yang terdampak.

Keselamatan Relawan Jangan Sampai Diabaikan

Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, organisasi kemanusiaan, kementerian, dan lembaga terkait terus memperkuat koordinasi penanganan bencana.

Namun, aktivitas gempa susulan membuat keselamatan petugas dan relawan juga menjadi perhatian serius.

Bupati mengingatkan bahwa semangat kemanusiaan tidak boleh mengabaikan keselamatan orang-orang yang berada di garis depan penanganan bencana.

“Keselamatan relawan dan petugas juga harus menjadi perhatian. Kita tidak ingin ada lagi korban,” tegas Hery Nabit.

Peringatan itu menjadi semakin penting setelah seorang relawan kemanusiaan, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia ketika menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Komisi IX Diminta Perkuat Sistem Kesehatan di Masa Darurat

Kunjungan Komisi IX DPR RI bersama jajaran Kementerian Kesehatan, BPOM, BPJS Kesehatan, dan Badan Gizi Nasional diharapkan tidak berhenti pada kunjungan dan pemantauan.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memastikan sistem pelayanan kesehatan di daerah terdampak tetap berjalan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas utama. Penurunan jumlah korban luka berat dan ringan setelah mendapatkan perawatan menjadi perkembangan positif, tetapi belum menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan.

Pemerintah Kabupaten Manggarai akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa, kondisi korban, pelayanan kesehatan, serta situasi di berbagai titik pengungsian.

Di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih, satu hal menjadi penegasan pemerintah daerah: keselamatan dan kebutuhan masyarakat harus tetap berada di garis paling depan penanganan bencana.

FOLLOW US