KATANTT.COM--Komunitas Katolik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kupang Kota menggelar aksi bakti sosial keagamaan dengan menyumbangkan 1.000 buah batako untuk mendukung kelanjutan pembangunan Kapela Santu Yosep Naioni, Kota Kupang pada Sabtu. (11/7/2026)
Aksi kepedulian ini dipimpin Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM)
Polresta Kupang Kota, Kompol Darius Kore didampingi jajaran perwira dan anggota Polresta yang beragama Katolik. Turut hadir juga Bhabinkamtibmas Kelurahan Naioni, Aiptu Ferdinan L. Bagaihing.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Romo Hiro Nani selaku Pastor Kuasi Santo Petrus Haukoto, bersama sejumlah umat Kapela Santu Yosep Naioni yang telah menunggu di lokasi.
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Djoko Lestari melalui Kabag SDM Kompol Darius Kore menegaskan bahwa kegiatan ini hendaknya tidak dilihat dari besar kecilnya nilai bantuan yang diberikan, melainkan dari ketulusan dan kepedulian yang mendalam dari
Komunitas Katolik Polresta Kupang Kota untuk membantu sesama.
Sinergi dan kebersamaan langsung terlihat saat anggota
Polresta Kupang Kota bersama umat setempat bergotong-royong menurunkan 500 buah batako tahap pertama dari kendaraan. Sementara itu, sisa 500 buah batako berikutnya dijadwalkan diantar kembali oleh panitia pada Senin (13/7/2026) pagi.
Romo Hiro Nani, mewakili segenap umat Kuasi St. Petrus Haukoto dan Kapela Santu Yosep Naioni, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas bantuan serta perhatian nyata dari
Polresta Kupang Kota.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Kehadiran dan kepedulian dari Bapak dan Ibu anggota
Polresta Kupang Kota tentu menjadi berkat sekaligus penyemangat bagi umat dalam menyelesaikan pembangunan kapela ini," ungkap Romo Hiro.
Aksi sosial ini bukan merupakan kegiatan yang terakhir.
Komunitas Katolik Polresta Kupang Kota berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan bakti sosial serupa secara rutin dan berkesinambungan di seluruh kapela yang berada di wilayah Kota Kupang, sebagai bentuk kehadiran nyata Polri di tengah-tengah masyarakat.