• Nusa Tenggara Timur

Festival Golo Curu 2026 Resmi Diluncurkan, Usung Semangat Merajut Iman dan Menguatkan Persaudaraan

Wilibrodus Jatam | Kamis, 09/07/2026 19:31 WIB
Festival Golo Curu 2026 Resmi Diluncurkan, Usung Semangat Merajut Iman dan Menguatkan Persaudaraan Peluncuran Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu 2026 di Natas Labar Motang Rua, Ruteng, Kamis (9/7/2026), yang dihadiri unsur Keuskupan Ruteng, Pemerintah Kabupaten Manggarai, TNI-Polri, dan para pemangku kepentingan sebagai simbol kolaborasi merajut iman, memperkuat persaudaraan, serta mengembangkan wisata religi dan budaya.

KATANTT.COM---Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu 2026 resmi diluncurkan di Natas Labar Motang Rua, Ruteng, Kamis (9/7/2026). Peluncuran tersebut menandai dimulainya rangkaian Festival Golo Curu yang akan berlangsung pada 2 hingga 7 Oktober 2026 dengan mengusung tema "Berziarah Bersama Bunda Maria dalam Pengharapan: Merajut Iman, Membangun Persaudaraan, Menyalakan Misi dan Merawat Kehidupan."

Tema tersebut menjadi semangat bersama untuk memperkuat kehidupan iman, mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat pelayanan, sekaligus membangun kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Ketua Panitia Festival Golo Curu 2026, Yosef T. Nono, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari gerakan pastoral Gereja sebagai implementasi hasil Sinode IV Keuskupan Ruteng yang mengusung semangat "Berjalan Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Solider dan Misioner."

Yosef mengatakan, Festival Golo Curu dibangun di atas empat pilar utama, yakni merajut iman, membangun persaudaraan, menyalakan misi, dan merawat kehidupan. Keempat pilar tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama dalam membangun masyarakat yang religius, peduli terhadap sesama, serta bertanggung jawab menjaga lingkungan.

"Festival ini menjadi ruang untuk memperdalam relasi dengan Tuhan, memperkuat persaudaraan, menghadirkan pelayanan bagi sesama, dan merawat alam sebagai rumah bersama," ujarnya.

Sementara itu, Uskup Ruteng melalui Vikaris Episkopal (Vikep) Ruteng, Romo Dionesius Osharjo, menegaskan bahwa Festival Golo Curu kini memasuki tahun keempat penyelenggaraannya dan terus berkembang sebagai ruang kolaborasi antara Gereja dan Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Romo Dionesius menjelaskan, meskipun berangkat dari semangat religius, dampak festival kini telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari penguatan kehidupan iman, kehidupan sosial, pelestarian budaya, pengembangan pariwisata hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Keuskupan Ruteng bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen menjadikan Festival Golo Curu sebagai agenda tahunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Menurutnya, festival tersebut juga menjadi wadah aktualisasi berbagai potensi masyarakat Manggarai dan Manggarai Timur, baik di bidang budaya, ekonomi kreatif, pariwisata maupun kehidupan rohani.

Pada kesempatan itu, pihak Keuskupan Ruteng turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, panitia pelaksana, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Festival Golo Curu telah masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026. Status tersebut diharapkan mampu memperluas promosi wisata religi dan budaya Manggarai di tingkat nasional maupun internasional.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Manggarai melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Yosef Jelamu, menyampaikan bahwa Festival Golo Curu bukan hanya menjadi milik Gereja Katolik, tetapi merupakan milik seluruh masyarakat Manggarai.

"Festival ini adalah perayaan kebersamaan seluruh masyarakat lintas budaya dan agama. Di sinilah kita merayakan indahnya keberagaman Manggarai," katanya.

Yosef Jelamu menegaskan bahwa Festival Golo Curu tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga ruang perjumpaan antara nilai religius, budaya, dan pariwisata yang saling menguatkan.

Dia juga mengungkapkan, festival tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap Festival Golo Curu terus bertransformasi menjadi agenda wisata nasional yang semakin memperkuat posisi Manggarai sebagai destinasi unggulan wisata religi dan budaya di Indonesia.

"Festival Golo Curu merupakan wujud nyata kolaborasi pemerintah daerah dan Gereja dalam membangun Manggarai serta menghadirkan manfaat bagi kehidupan rohani, sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis masyarakat," tutup Yosef Jelamu.

FOLLOW US