Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dihadiri Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng bersama pemerintah dan pemangku kepentingan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Jumat (26/6/2026).
KATANTT.COM---Upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Manggarai terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak bagi pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Manggarai di Ruteng, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng, Koptu Neri Dani, bersama Kepala DP3A Kabupaten Manggarai dan jajaran, Kanit PPA Polres Manggarai, Camat Ruteng beserta staf, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Ruteng, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan pemahaman mengenai langkah pencegahan, mekanisme pelaporan, dan penanganan kasus secara cepat dan tepat.
Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng, Koptu Neri Dani, menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Kami siap bersinergi dan mendorong masyarakat untuk berani melapor jika menemukan kasus kekerasan," tegas Koptu Neri Dani.
Ia mengatakan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program pemerintah, khususnya dalam perlindungan kelompok rentan dan pembinaan masyarakat di wilayah binaan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Petrus Janggur mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi yang dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.
"Sosialisasi ini sangat penting agar masyarakat lebih memahami upaya pencegahan kekerasan sejak dini. Kami berharap kerja sama semua pihak terus diperkuat," ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai langkah-langkah pencegahan, sistem pelaporan, serta upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan Kabupaten Manggarai yang aman, peduli, dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.