• Nusa Tenggara Timur

Bawang Merah Tumbuh Subur di Daerah Dingin Manggarai, DPRD Usulkan Pilot Project di 10 Desa

Wilibrodus Jatam | Jum'at, 29/05/2026 08:38 WIB
Bawang Merah Tumbuh Subur di Daerah Dingin Manggarai, DPRD Usulkan Pilot Project di 10 Desa Anggota DPRD Manggarai, Aleksius Armanjaya, bersama Dinas Pertanian dan kelompok tani meninjau budidaya bawang merah di Desa Meler.

KATANTT.COM---Budidaya bawang merah mulai menunjukkan hasil menggembirakan di wilayah beriklim dingin Kabupaten Manggarai. Kelompok tani di Desa Meler, Kecamatan Ruteng, berhasil mengembangkan tanaman bawang merah yang dalam waktu dekat siap memasuki masa panen.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa wilayah dataran tinggi Manggarai memiliki potensi besar untuk pengembangan komoditas hortikultura, sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat petani.

Salah satu anggota kelompok tani Desa Meler, Stanislaus Wera, Kamis (28/05), menjelaskan bahwa bawang merah yang dibudidayakan di wilayah dingin itu tidak berbeda dengan bawang merah yang selama ini ditanam di daerah lain di Manggarai.

“Usia perawatan bawang merah ini sekitar 60 sampai 70 hari. Satu umbi bisa menghasilkan 20 sampai 25 biji,” jelas Stanis.

Keberhasilan budidaya tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Aleksius Armanjaya. 

Politisi yang akrab disapa Lexy itu turun langsung ke Desa Meler bersama Dinas Pertanian dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ruteng untuk melihat perkembangan tanaman bawang merah milik kelompok tani setempat.

Menurut Lexy, keberhasilan petani Desa Meler membuktikan bahwa kualitas hasil pertanian tidak semata ditentukan oleh jenis tanah, tetapi oleh cara pengelolaan dan perlakuan terhadap lahan pertanian.

“Saya percaya bahwa setiap tanah punya potensi. Bukan jenis tanah yang menentukan hasil panen, tetapi cara kita memperlakukannya. Dengan sentuhan pengelolaan yang tepat, lahan ini mampu menghasilkan bawang merah yang segar, beraroma kuat, dan bernilai jual tinggi,” ujar Lexy.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Manggarai itu menilai, budidaya bawang merah di wilayah dingin dapat menjadi salah satu sektor unggulan baru yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kelompok tani bawang merah Desa Meler menjadi bukti bahwa jika bisnis dan budidaya bawang ini dikelola dengan baik, maka akan menguntungkan dan membawa kesejahteraan bagi rakyat,” tambahnya.

Melihat potensi tersebut, Lexy meminta Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk mulai mengembangkan budidaya bawang merah di wilayah dingin dalam skala lebih luas melalui program percontohan atau pilot project.

Ia mengusulkan agar Dinas Pertanian bersama para PPL membentuk pilot project di 10 desa di Kabupaten Manggarai yang secara khusus mengembangkan budidaya bawang merah seperti yang dilakukan kelompok tani di Desa Meler.

“Desa-desa itu nantinya menjadi desa binaan yang mendapat perhatian khusus dari Dinas Pertanian,” katanya.

Lexy juga mendorong pemerintah daerah agar serius mengoptimalkan potensi kelompok tani bawang merah di wilayah dataran tinggi.

“Dinas Pertanian harus mengoptimalkan kelompok tani ini dan tancap gas mengelola budidaya bawang merah di daerah dingin,” tegas anggota DPRD dari daerah pemilihan Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, menyambut positif keberhasilan budidaya bawang merah di Desa Meler.

Menurut Ferdy, keberhasilan tersebut menjadi pengalaman penting bagi pemerintah daerah bahwa bawang merah ternyata mampu tumbuh dan berproduksi secara optimal di wilayah dingin Manggarai.

“Ini menjadi pengalaman penting bagi kita bahwa bawang merah ternyata mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah dingin. Ke depan tentu akan kita evaluasi dan kembangkan secara bertahap bersama para penyuluh dan kelompok tani,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pertanian siap mendukung pengembangan budidaya bawang merah melalui pendampingan teknis, penyediaan bibit, hingga penguatan kapasitas kelompok tani.

“Kami berharap budidaya ini dapat menjadi alternatif peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

FOLLOW US