• Nasional

Nardi Nandeng Maju Calon Ketua Presidium PP PMKRI, Usung Penguatan Kaderisasi dan Intelektualitas

Wilibrodus Jatam | Kamis, 16/07/2026 06:58 WIB
Nardi Nandeng Maju Calon Ketua Presidium PP PMKRI, Usung Penguatan Kaderisasi dan Intelektualitas Yohanes Nardi Nandeng.

KATANTT.COM---Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng Periode 2021–2022, Yohanes Nardi Nandeng, resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) PMKRI Sanctus Thomas Aquinas Periode 2026–2028. Ia membawa visi memperkuat kaderisasi, menghidupkan budaya intelektual, dan mempertegas peran PMKRI sebagai mitra kritis yang solutif bagi bangsa.

Nardi yang kini menjabat Presidium Hubungan Masyarakat Katolik (PHMK) PP PMKRI Periode 2024–2026 menyatakan pencalonannya merupakan panggilan moral untuk memperkuat identitas organisasi di tengah dinamika kebangsaan yang semakin kompleks.

"Saya maju karena tanggung jawab moral untuk memastikan PMKRI tetap menjadi organisasi kader yang kuat, intelektual, dan berpihak pada kepentingan bangsa," tegas Nardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Alumnus Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng itu menilai pengalaman berorganisasi mulai dari tingkat cabang hingga pengurus pusat menjadi bekal penting dalam memahami tantangan yang dihadapi PMKRI saat ini.

Menurut putra asli Manggarai tersebut, kepemimpinan PP PMKRI ke depan harus memiliki visi yang mampu diwujudkan melalui sistem kaderisasi yang kuat sekaligus mendorong gerakan organisasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dia menegaskan PMKRI perlu keluar dari rutinitas seremonial dan kembali pada jati dirinya sebagai organisasi kader yang melahirkan pemimpin berintegritas.

Dalam visinya, Nardi menempatkan kaderisasi sebagai agenda utama. Menurutnya, proses pembinaan kader harus berlangsung secara terstruktur, berkelanjutan, dan mampu menjawab perkembangan zaman, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.

"Kaderisasi adalah jantung organisasi. Setiap kader PMKRI harus memiliki integritas, kompetensi, daya kritis, dan jiwa kepemimpinan," ujarnya.

Selain memperkuat kaderisasi, Nardi berkomitmen menghidupkan kembali budaya akademik di seluruh jenjang kepengurusan PMKRI melalui tradisi membaca, diskusi, riset, dan publikasi ilmiah.

Dirinya juga menargetkan PMKRI menjadi laboratorium intelektual sekaligus pusat lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis data dengan melibatkan kader aktif, alumni, akademisi, dan masyarakat sipil.

Di bidang eksternal, Nardi menegaskan PMKRI harus tetap menjaga independensinya sebagai mitra kritis pemerintah. Namun, kritik yang disampaikan harus berbasis data, argumentasi ilmiah, serta menawarkan solusi nyata.

"PMKRI harus tetap kritis terhadap kekuasaan, tetapi kritik itu harus didukung data dan menghadirkan solusi bagi masyarakat," katanya.

Nardi meyakini jaringan cabang PMKRI yang tersebar di berbagai daerah dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan pengetahuan untuk mengawal kebijakan publik dari tingkat lokal hingga nasional.

Menjelang Kongres XXXIV PMKRI, Ia menyatakan siap membuka ruang dialog, melakukan konsolidasi, dan menyerap aspirasi seluruh cabang di Indonesia.

"Ini bukan perjalanan seorang Nardi Nandeng, melainkan ikhtiar bersama untuk menjadikan PMKRI semakin kuat dalam kaderisasi, kokoh dalam intelektualitas, dan berdampak bagi perjuangan kebangsaan," pungkasnya.

Pemilihan Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI periode 2026–2028 akan diselenggarakan dalam rangkaian Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI. 

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19–25 Juli 2026 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dengan mengusung tema Mempertegas Arah Pembangunan Nasional Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan.

FOLLOW US