Peserta Workshop Pengembangan Kurikulum PPG berbasis OBE FKIP Unika Santu Paulus Ruteng berfoto bersama usai kegiatan.
KATANTT.COM---Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng terus berkomitmen meningkatkan mutu akademik dan relevansi kurikulum.
Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui Workshop Pengembangan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan pada Minggu, 21 Desember 2025, di Hotel Spring Hill Ruteng.
Workshop ini menjadi bagian dari strategi PPG FKIP Unika Santu Paulus Ruteng dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi sekaligus menjawab tuntutan profesionalisme guru abad ke-21.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber utama, Dr. Hendrikus Midun, S.Fil., M.Pd., akademisi yang berpengalaman dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE.
Dalam pemaparannya, Dr. Hendrikus menegaskan bahwa pendekatan OBE menempatkan luaran pembelajaran (learning outcomes) sebagai titik awal perancangan kurikulum.
Luaran tersebut kemudian diturunkan secara sistematis ke dalam struktur mata kuliah, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen yang terukur dan berorientasi pada capaian pembelajaran.
"Dalam paradigma OBE, kita tidak lagi memulai dari materi, tetapi dari luaran pembelajaran yang ingin dicapai. Dari learning outcomes inilah seluruh struktur kurikulum diturunkan, mulai dari mata kuliah, RPS, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen yang terukur," jelas Dr. Hendrikus.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PPG FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Drs. Eliterius Sennen, M.Pd., yang mewakili Dekan FKIP.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa workshop ini merupakan respons strategis terhadap kebijakan nasional pendidikan tinggi, kebutuhan keterampilan guru abad ke-21, serta hasil visitasi penjaminan mutu dari Direktorat PPG Kemendikdasmen yang dilaksanakan pada 3 Desember 2025.
Eliterius juga mengungkapkan bahwa salah satu rekomendasi penting dari hasil visitasi tersebut adalah perlunya pembenahan kurikulum dengan memasukkan university values serta penguatan konteks lokal sebagai bagian dari bahan kajian.
"Workshop ini adalah respons konkret terhadap kebijakan nasional pendidikan tinggi, tuntutan kompetensi guru abad ke-21, serta rekomendasi hasil visitasi Direktorat PPG Kemendikdasmen. Kurikulum PPG harus terus diperbarui agar tetap relevan dan bermutu," ujarnya.
Penguatan konteks lokal ini diharapkan menjadi kekhasan PPG FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, yang secara nyata diintegrasikan dalam mata kuliah selektif-elektif pada tiga bidang studi, yakni PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Matematika.
"Salah satu rekomendasi penting hasil visitasi adalah memasukkan university values dan konteks lokal sebagai kekhasan PPG FKIP Unika Santu Paulus Ruteng. Ini menjadi identitas sekaligus nilai tambah program kami," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Maximus Tamur, M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa workshop ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi asesor.
Maximus menegaskan bahwa kurikulum yang ditetapkan oleh kementerian bersifat standar minimal, sehingga pengelola program perlu melakukan pengayaan dan penguatan agar kurikulum lebih kontekstual, adaptif, dan memiliki nilai tambah institusional.
Menurutnya, workshop ini dirancang sebagai ruang diskusi akademik dan kerja kolaboratif antar dosen untuk menyempurnakan kurikulum, khususnya dalam penyusunan RPS yang akan digunakan dalam penyelenggaraan Program PPG Calon Guru.
"Sebagai pengelola program, kami tidak cukup hanya mengikuti standar minimal. Kurikulum perlu diperkaya agar lebih kontekstual, adaptif, dan memiliki nilai tambah institusional. Workshop ini menjadi ruang akademik untuk itu," jelas Dr. Maximus.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unika Ruteng itu juga berharap seluruh dosen PPG dapat mengikuti kegiatan ini secara serius dan terlibat aktif dalam setiap sesi.
"Kami berharap hasil workshop ini benar-benar diimplementasikan dalam RPS dan praktik pembelajaran, sehingga berdampak langsung pada kualitas lulusan PPG," tutupnya.
Workshop Pengembangan Kurikulum OBE ini diikuti oleh 73 peserta yang terdiri atas dosen PPG dan guru pamong.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen PPG FKIP Unika Santu Paulus Ruteng dalam menghadirkan pendidikan profesi guru yang bermutu, kontekstual, dan berdaya saing di tingkat nasional.