• Nusa Tenggara Timur

BPBD Manggarai Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Akibat Intensitas Hujan Meningkat

Wilibrodus Jatam | Selasa, 16/12/2025 20:12 WIB
BPBD Manggarai Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Akibat Intensitas Hujan Meningkat Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar

KATANTT.COM---Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi di wilayah Manggarai.

Kepala BPBD Kabupaten Manggarai, Stefanus Tawar, mengatakan bahwa situasi cuaca saat ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

"Peningkatan intensitas hujan ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan disertai angin kencang, gelombang tinggi, serta cuaca ekstrem lainnya," ujar Stefanus kepada wartawan, Selasa, 16 Desember 2025.

Ia mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan guna meminimalkan risiko dan dampak bencana yang mungkin terjadi.

Menurut Stefanus, beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat antara lain mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang, serta memeriksa kondisi lingkungan sekitar, khususnya pohon-pohon yang rawan tumbang di dekat permukiman agar segera ditebang atau diamankan.

Selain itu, masyarakat diminta untuk aktif memantau informasi cuaca resmi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun BPBD, serta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi kebencanaan yang belum terverifikasi.

"Penyebaran informasi yang tidak valid dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat," tegasnya.

Kepada para nelayan dan pengguna transportasi laut, BPBD Manggarai juga mengingatkan agar selalu berhati-hati dan menunda pelayaran apabila kondisi cuaca dan gelombang laut tidak memungkinkan.

BPBD turut mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase, guna mencegah terjadinya genangan air dan banjir saat hujan lebat.

Apabila terjadi bencana, warga diminta segera mematikan jaringan listrik, mengamankan dokumen serta barang berharga, dan mengutamakan evakuasi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penyandang disabilitas.

Stefanus menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak. Ia mengajak masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, serta relawan kebencanaan untuk bersinergi dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana.

"Kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan kita bersama," pungkasnya.

FOLLOW US