• Nusa Tenggara Timur

535 Kasus Tercatat, KPAD Manggarai Turun ke Sekolah Peringatkan Bahaya HIV/AIDS

Wilibrodus Jatam | Senin, 01/12/2025 11:42 WIB
535 Kasus Tercatat, KPAD Manggarai Turun ke Sekolah Peringatkan Bahaya HIV/AIDS Pelaksanaan Sosialisasi Penanganan dan Penanggulangan HIV/AIDS di SMK Sadar Wisata Ruteng, Manggarai, Bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia 2025

KATANTT.COM---Memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2025, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Manggarai menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di tiga sekolah menengah kejuruan di Ruteng. 

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di SMK Sadar Wisata Ruteng, SMK Santo Petrus Ruteng, dan SMK Bina Kusuma Ruteng, Senin (1/12/2025).

Sekretaris KPAD Manggarai, Kosmas Takung, mengatakan bahwa sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja terkait risiko dan pencegahan HIV/AIDS.

Menurutnya, kelompok usia muda merupakan kelompok yang harus dibekali pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku berisiko.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong masyarakat, termasuk pelajar, agar tidak takut melakukan pemeriksaan HIV. 

Pemerintah juga menjamin ketersediaan obat antiretroviral (ARV) secara gratis di fasilitas kesehatan, sesuai mandat regulasi nasional yang mengatur jaminan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 

Kosmas menegaskan bahwa obat ARV harus diminum setiap hari secara teratur. Jika terputus, virus dapat meningkat kembali dan memperburuk kondisi kesehatan pasien.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti masih adanya pasien yang berhenti minum obat atau drop out karena berbagai alasan, termasuk kendala transportasi untuk mengambil obat di rumah sakit. Padahal, keberlanjutan pengobatan menjadi faktor penting bagi kesehatan ODHIV.

Berdasarkan data KPAD Manggarai, sejak tahun 2013 hingga Agustus 2025 tercatat 535 kasus HIV/AIDS di wilayah Manggarai Raya, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. 

Data tersebut mencakup pasien yang melapor dan rutin mengambil obat, sementara jumlah sebenarnya diperkirakan bisa lebih tinggi karena masih ada kasus yang belum terdeteksi maupun belum melapor.

Kosmas mengungkapkan bahwa kasus HIV di Manggarai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, terutama usia 25 hingga 49 tahun. 

Ia juga menegaskan bahwa kasus tidak hanya ditemukan pada kelompok tertentu, tetapi tersebar pada berbagai profesi seperti pelajar, ibu rumah tangga, pekerja swasta, hingga pekerja informal.

Tantangan terbesar dalam penanganan HIV, menurutnya, adalah stigma yang masih melekat kuat di masyarakat. Ia meminta masyarakat untuk tidak memberikan label atau menuduh warga tertentu hanya berdasarkan gejala yang mirip HIV.

Masyarakat dianjurkan untuk menyampaikan secara baik agar warga yang memiliki gejala segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tanpa rasa takut atau malu.

Pemerintah Kabupaten Manggarai, melalui KPAD terus melakukan sosialisasi dan edukasi di sekolah, desa, dan berbagai komunitas. Teknologi digital juga digunakan sebagai sarana edukasi dan pertukaran informasi mengenai gejala, pencegahan, dan penanganan HIV/AIDS.

Kosmas menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga diri dan menghindari perilaku berisiko.

Ia mengingatkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan HIV sepenuhnya, sehingga pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif. 

Pemerintah daerah, katanya, tetap berkomitmen mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas kesehatan.

Sosialisasi di tiga sekolah tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas edukasi dan mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Manggarai.

FOLLOW US