• Nusa Tenggara Timur

Warga Sikka Bunuh Diri dengan Minum Racun Serangga Usai Bertengkar dengan Kakak

Imanuel Lodja | Selasa, 16/09/2025 09:56 WIB
Warga Sikka Bunuh Diri dengan Minum Racun Serangga Usai Bertengkar dengan Kakak ilustrasi_

KATANTT.COM--Agustina Nona Ati (20), warga Dusun Nauteu, RT 014/RW 006, Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka ditemukan meninggal dunia pada Minggu (14/9/2025).

Korban meninggal pasca minum obat semprot hama. Korban diketahui baru bertengkar dengan kakaknya Maria Yokima (29) di rumah mereka.  Korban baru pulang ke rumah pada Minggu subuh sekitar pukul 03.30 wita diantar pacarnya Yosep Agustinus (22).

Saat tiba di rumah, kakak korban sempat memarahi korban sehingga korban dan kakaknya bertengkar. Pukul 07.30 wita, kakak korban membangunkan korban untuk pergi mencari rumput untuk makanan kuda.

Namun korban tidak mau sehingga kakak korban marah. Korban pun memaki kakaknya sehingga terjadi adu mulut sampai perkelahian antara korban dan kakaknya, Setelah itu kakak korban pergi ke kebun untuk mencari makanan kuda.

Beberapa saat kemudian, Yosep Agustinus (pacar korban) datang dan melihat korban berjalan keluar dari gudang mengeluarkan busa putih dari mulut korban. Korban nyaris terjatuh sehingga Yosep menolong dan membawa korban masuk ke dalam rumah.

Yosep membaringkan korban di lantai rumah. Saat itu pacar korban juga melihat gelas kosong jatuh di sekitar korban. Setelah itu pacar korban pergi memanggil kakak korban di kebun.

Keduanya kembali ke rumah dan kakak korban kemudian meminta tolong ke tetangga untuk membawa korban ke Puskesmas Magepanda,  Sesampainya di Puskesmas Magepanda, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasat Reskrim, Iptu Djafar Alkatiri mengakui kalau kasus ini ditangani pihak kepolisian "Saat kejadian, orang tua lorban sedang tidak berada di rumah," kata Djafar Alkatiri dalam keterangannya pada Senin (15/9/2025).

Pihak keluarga korban menolak melakukan otopsi dan iklas menerima kejadian tersebut. "Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan dibuatkan dalam surat pernyataan penolakan otopsi terhadap korban tersebut," tambah Djafar Alkatiri.

FOLLOW US