• Nusa Tenggara Timur

Merancang Sistem Pangan Berkelanjutan ala Orang Muda dalam Lokakarya Simpang Belajar Mabar 2024

Reli Hendrikus | Sabtu, 09/11/2024 16:22 WIB
Merancang Sistem Pangan Berkelanjutan ala Orang Muda dalam Lokakarya Simpang Belajar Mabar 2024 Lokasi waterfront city Labuan Bajo yang menjadi tempat dilakukan launching Retribusi Digital dan Pasar Digital oleh Anggota Dewan Gubernur (ADG) Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, Selasa (10/5/2022).

KATANTT.COM--Urban Futures kembali menggelar lokakarya pangan lokal di Manggarai Barat. Acara bertajuk “Simpang Belajar” ini akan berlangsung pada 11–14 November 2024 di Luwansa Beach Resort, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Peserta kegiatan “Simpang Belajar” terpilih melalui seleksi di laman Instagram @gandengpangan dan @ayotelusuri, subunit Rombak Media yang menjadi bagian Konsorsium Simpul Pangan bersama Pamflet Generasi. Terdapat 15 orang muda berusia 18–35 tahun yang berdomisili di area Gorontalo, Golo Bilas, Batu Cermin, Wae Kelambu, dan Labuan Bajo. Orang-orang muda tersebut berasal dari latar belakang beragam yang tertarik dalam isu sistem pangan perkotaan.

“Simpang Belajar” bertujuan menjadi ruang belajar bagi orang muda di Manggarai Barat untuk mengenal tentang sistem pangan berkelanjutan. Lokakarya ini mengajak orang muda memetakan potensi dan masalah seputar pangan di sekitarnya, membayangkan sistem pangan perkotaan yang mereka impikan, dan merencanakan inisiatif aksi yang dapat mereka lakukan untuk mencapai visi tersebut. Harapannya, orang muda yang berpartisipasi dapat berkolaborasi dalam menemukan solusi atas masalah pangan di wilayahnya masing-masing.

Sesi Ruang untuk Meningkatkan Pengetahuan Pangan Lokal

“Simpang Belajar” menghadirkan sejumlah fasilitator, di antaranya Dicky Senda. Dicky Senda dikenal sebagai penulis, pegiat pangan lokal, dan penggagas komunitas kewirausahaan sosial Lakoat Kujawas di Mollo, Nusa Tenggara Timur. Di kegiatan ini, Musfika Syam, pengelola Videoge Arts & Society serta Bawakolong Space Labuan Bajo turut menyertai sebagai fasilitator pendamping.

Pada sesi ruang tanggal 11–12 November 2024, peserta akan berkumpul dan terbagi menjadi beberapa kelompok diskusi. Mereka membahas konsep dasar sistem pangan, sejarah pangan lokal Manggarai Barat, dan keragaman pangan lokal di daerah sekitarnya. Fasilitator membekali peserta pengetahuan atau wawasan tentang prinsip-prinsip partisipasi orang muda. Termasuk mengenalkan pentingnya media kreatif sebagai alat untuk memberdayakan peran orang muda.

Tidak hanya itu. Kegiatan ini juga bakal mengajak peserta menganalisis tantangan dan potensi yang biasa ditemui di kehidupan sehari-hari. Semua aktivitas di sesi tersebut bertujuan untuk membantu peserta memahami peran dan cara orang muda agar dapat mengembangkan agensinya dalam sistem pangan di kotanya sendiri.

Kunjungan Lapangan ke Lompong Cama, Maggotnesia, dan Videoge

Setelah materi ruang, pada 13 November 2024 peserta mengikuti kegiatan kunjungan lapangan untuk melihat lebih dekat inovasi terkait sistem pangan yang sudah ada. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar sesuai minat masing-masing, lalu berkunjung ke tiga tempat secara paralel. Lokasi yang menjadi tujuan kunjungan adalah Lompong Cama, Maggotnesia, dan Kolektif Videoge.

Di Lompong Cama, peserta akan melihat inovasi sistem pangan lokal berkelanjutan dan cara pengelolaan yang ramah lingkungan. Peserta dipandu oleh Citra Kader berkeliling kebun untuk melihat tanaman lokal, metode bercocok tanam yang diterapkan, hingga mempelajari teknik pemilahan sisa bahan pangan dan pengolahan kompos. Selanjutnya peserta diajak terlibat aktif dalam kelas memasak pangan lokal dari bahan-bahan yang diperoleh di kebun Lompong Cama atau dibeli dari pedagang lokal.

Adapun di Maggotnesia Labuan Bajo, peserta mempelajari sekaligus mempraktikkan pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot sebagai solusi berkelanjutan dan alternatif pakan ramah lingkungan. Pasar Batu Cermin menjadi tempat untuk belajar memilah sampah organik yang nantinya digunakan dalam proses budidaya maggot. Termasuk mengenali teori budidaya maggot, manfaat, dan teknik pemeliharaan larva.

Lalu di Kolektif Videoge, peserta mendalami pentingnya dokumentasi pengetahuan budaya dan pangan lokal. Kolektif Videoge menjalankan praktik swadaya informasi pangan dan pemajuan kebudayaan melalui program Pesta Kampung, sebuah festival berbasis komunitas yang berfokus pada pengarsipan pengetahuan lokal, khususnya pangan warga pesisir, melalui pendekatan kreatif dan ekspresi seni. Terdapat dua kegiatan utama yang akan diikuti, yaitu sesi berbagi tentang praktik pengarsipan di Bawakolong Space, serta Tur Kampung dan Dapur bertajuk “Dua Jam Sebelum Senja di Labuan Bajo”.

Di pengujung kegiatan pada 14 November 2024, peserta berbagi refleksi pengalaman yang ditemui saat kunjungan lapangan. Keluaran dalam sesi ini adalah peserta akan diajak merumuskan visi kota berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang sudah didapat selama kegiatan. Masing-masing kelompok didorong untuk membuat rencana aksi untuk mewujudkan visi kota yang sudah ada. Rencana aksi kelompok selanjutnya menjadi komitmen atau rencana tindak lanjut peserta setelah kegiatan selesai.

Tentang Urban Futures

Urban Futures (UF) adalah program global 5 tahun (2023–2027) yang berfokus pada sistem pangan perkotaan, kesejahteraan golongan muda, dan aksi iklim. Program Urban Futures di Indonesia beroperasi di Bandung dan Manggarai Barat dan dikelola oleh Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis), dengan dukungan dari mitra, jaringan, dan pakar lokal. Urban Futures beroperasi di sepuluh kota/wilayah kota perantara di lima negara: Ekuador, Kolombia, Zambia, Zimbabwe, dan Indonesia.

Dalam konteks Manggarai Barat, orang muda dihadapkan dengan berbagai tantangan seperti ketahanan pangan, pengetahuan pangan lokal yang semakin dilupakan sebagai dampak modernisasi, pengelolaan limbah pangan dari aktivitas pariwisata. Merespons kondisi ini, Konsorsium Simpul Pangan, yang terdiri dari Pamflet Generasi dan bekerja sama dengan Rombak Media, berfokus menjadi sistem pendukung bagi orang muda untuk menyuarakan dan melakukan inisiatif aksi yang mendorong pangan berkelanjutan di wilayahnya masing-masing.

FOLLOW US