• Nusa Tenggara Timur

Hasil Sampel Organ Anjing Diperiksa di Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar Positif Rabies

Imanuel Lodja | Rabu, 31/05/2023 10:01 WIB
Hasil Sampel Organ Anjing Diperiksa di Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar Positif Rabies Salah seorang petugas dari Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Peternakan Kabupaten Sikka meberikan suntikan anti rabies kepada seekor anjing yang sementara dipegang pemiliknya di Desa Wolowiro Kecamatan Paga,, Kamis (8/3/2018 lalu). Pulau Flores dan Lembata adalah daerah endemik rabies di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tersebar di 9 kabupaten.

KATANTT.COM--Sudah ada dua sampel organ anjing dari Kabupaten Timor Tengah Selatan yang diperiksa oleh laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar yang dinyatakan positif rabies.

"Kemarin ambil sampel lagi satu, itu juga positif. Jadi sudah ada dua anjing yang diperiksa (di Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar)," kata Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr.Karolina Tahun yang dihubungi pada Rabu (31/5/2023).

Menurut Karolina, dengan tambahan satu organ anjing yang telah diperiksa lagi maka sudah dua sampel yang diperiksa dan menunjukan positif rabies.

Ia menjelaskan sampel organ anjing yang kedua diperiksa adalah milik salah satu warga Fenun berinisial TB. Anjing itu diambil sampelnya setelah menggigit salah satu warga Fenun. "Dan hasil pemeriksaan juga positif rabies," ujarnya.

Disampaikan Karolina jumlah warga yang terkonfirmasi suspect rabies sebanyak 22 orang. "20 orang dari Fenun dan 2 warga dari Desa Fatulunu, Kecamatan Amanatun Selatan," kata Karolina.

Dari 22 orang tersebut ada satu yang meninggal dunia. Sehingga ada 21 orang saat ini yang menjalani rawat jalan oleh petugas kesehatan. Ia menyampaikan warga yang diduga tergigit anjing rabies diduga akan terus mengalami penambahan karena ada laporan dari beberapa kecamatan seperti laporan dari petugas medis di Puskesmas Nunkolo yang melaporkan ada satu kasus korban gigitan anjing.

"Kemudian kalau di Tetaf itu ada lima korban yang digigit anjing dan anjingnya ditembak, dibunuh sama masyarakat," katanya.

Selain itu lanjut Karolina ada juga laporan dari Niki-Niki, Kuatnana, Kolbano dan Kualin. Laporannya ada yang tergigit anjing. Sehingga jika ditotal bisa mencapai 30 orang. "Tapi kepastian datanya masih menunggu petugas lapangan melakukan pendataan secara lengkap," jelas Karolina.

 

FOLLOW US