Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Yulius Umbu Hungar memantau pengangkutan sapi ke atas kapal tol laut khusus ternak KM Camara Nusantara I, Minggu (12/3/2023).
KATANTT.COM--Sebanyak 550 ekor ternak sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), siap dikirim ke DKI Jakarta untuk memenuhi kebutuhan daging jelang bulan Ramadhan.
Saat ini sedang dilakukan pengangkutan dari Instalasi Karantina Hewan (IKH) Kupang, ke kapal tol laut khusus ternak KM Camara Nusantara I, Minggu (12/3/2023).
Ratusan ekor sapi ini diberangkatkan dari Pelabuhan Tenau Kupang menggunakan kapal Camara Nusantara I, dan nanti diterima langsung oleh Menteri Pertanian dan Gubernur DKI Jakarta di Pelabuhan Tanjung Priok.
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, Yulius Umbu Hungar mengatakan, ternak asal NTT seperti sapi, kambing maupun kerbau masih sangat tinggi peminatnya karena bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurutnya, proses pengangkutan perdana di tahun 2023 ini telah melalui proses panjang. Yakni dari masa karantina selama 14 hari, pemeriksaan kesehatan berkala hingga penyemprotan disinfektan sebelum dibawa ke kapal.
"Ini momen yang paling baik terutama bagi para pelaku usaha. Ini pertama dan akan diterima langsung oleh Menteri Pertanian dan Gubernur DKI Jakarta, di Pelabuhan Tanjung Priok nanti," ujar Yulius Umbu Hungar.
"Pak Menteri dan Gubernur DKI yang akan menerima secara langsung 550 ekor sapi ini. Ternak asal NTT sangat diminati karena sudah terbukti dan dipercaya bebas PMK," tambahnya.
Dengan pengiriman secara langsung ke DKI Jakarta ini, Yulius Umbu Hungar mengatakan bahwa NTT menjadi harapan untuk menyuplai ternak ke secara nasional, karena bebas PMK. Bahkan diprediksi jelang hari-hari besar keagamaan, permintaan akan meningkat.
"Ini perlu diapresiasi karena akan banyak permintaan kedepan terutama pada bulan Ramadhan, hingga Lebaran dan Idul Adha nanti. Kiranya permintaan tinggi akan memacu untuk terus berproduksi, minimal yang lahir sama dengan keluar karena jika yang yang lahir menurun daripada keluar, maka kita akan kekurangan populasi," ungkapnya.
Tono Sutami, salah satu pengusaha yang ternaknya diangkut ke kapal mengaku bersyukur, karena ternak mereka selama 14 hari dikarantina selalu diperiksa kesehatannya. Bahkan disemprot disinfektan, untuk memastikan bahwa sapi yang keluar bebas PMK.
"Saat ini sangat ketat tapi lebih bagus, karena semua ternak sapi diperiksa kesehatannya, sehingga dinyatakan layak untuk dikirim keluar daerah," ujarnya.
Menurut Tono Sutami, tahun ini permintaan ternak sapi dari NTT mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan NTT merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang masih bebas PMK.
Permintaan paling banyak dalam dua bulan terakhir yakni, Banjarmasin dan Samarinda yang disusul DKI Jakarta. "Tahun ini permintaan sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Karena kami setiap minggu itu ada pengiriman ke DKI Jakarta, Samarinda dan Banjarmasin sehingga satu bulan itu ada enam kali pelayaran menggunakan tol laut. Akhir-akhir ini permintaan lebih banyak dari seluruh Kalimantan," pungkasnya.