Gambar satelit tumpatan minyak dari ladang minyak Montara yang telah membawa dampak kemanusiaan bagi rakyat Nusa Tenggara Timur.
KATANTT.COM--Di hari-hari ini kami melihat bahwa Pemerintah Indonesia telah secara serius mendukung bahkan berjalan bersama rakyat korban Montara di Laut Timor untuk menuntut pertanggung jawaban dari para pihak yang terlibat. Dalam hal ini Pemerintah Federal Australia dan PTTEP di Bangkok, telah mendorong Yayasan peduli Timor barat (YPTB) untuk ungkapkan volume tumpahan minyak Montara.
Tumpahan minyak Montara yang menyemburkan sebanyak 80.000 galon atau ukuran 1 galon sama dengan 159 liter atau dengan kata lain sebanyak 12.720.000 liter minyak ke laut Timor setiap hari selama 74 hari atau sebanyak 941.280.000 liter minyak yang ditunjang oleh deras-nya arus angin dan gelombang dari arah Australia ke Laut Timor, pada saat kejadian itu.
Putusan Pengadilan Federal Australia di Kota Sydney yang memberikan kemenangan bagi kami masyarakat petani rumput laut di Nusa Tenggara Timur dalam perkara Class Action melawan PTTEP Australasia dan ditambahkan bahwa seluruh wilayah tersebut telah dicemari minyak Montara.
Dengan demikian hasil dari Komisi Penyelidik Montara menyatakan bahwa terdapat paling tidak 90.000 Km persegi Laut Timor telah dicemari tumpahan minyak Montara dan sekitar 85%-90% tumpahan minyak itu masuk ke perairan Indonesia.
Hal ini begitu besar sehingga menyebar ke perairan Indonesia, menghancurkan tanaman petani rumput laut dan nelayan skala kecil di Kabupaten RoteNdao,Kota dan Kabupaten Kupang,Sabu Raijua,Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Alor, Lembata, Flores Timur, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur selama bertahun-tahun sesudahnya.
Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni kepada wartawan Minggu 28 Agustus 2022.
"Data yang kami terima dari WWF-Australia yang mengandalkan pemantauan SkyTruth terhadap bencana tumpahan minyak Montara ini untuk melihat kerusakan-nya secara langsung," kata Ferdi Tanoni, selaku Pemegang Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor.
Kesaksian mereka membantu petani rumput laut dan nelayan skala kecil untuk secara perlahan namun pasti untuk memulihkan kerusakan yang ada ini.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa merupakan sebuah berita yang sangat serius dan tentu akan membuat seluruh masyarakat Indonesia kaget terhadap Kasus Tumpahan Minyak Montara yang maha dahsyat ini,akan tetapi Pemerintah Australia terus saja menutupi kasus ini selama 13 tahun, dan bagi kami tindakan Pemerintah Australia ini sangat memalukan.
Kepada Pemerintah Federal Australia dan PTTEP di Bangkok marilah kita berjalan di dalam terang kebenaran ini,karena kasus tumpahan minyak Montara ini sangatlah besar dan tidak mungkin bisa secara terus menerus menutupi nya.
"Bagi kami Rakyat Indonesia di Timor Barat dan Nusa Tenggara Timur yang terkena dampak ini tahu dan yakin bahwa untuk apa dibawah kolong langit ini ada waktu serta dalam hidup dan kehidupan ini sudah tentu pasti memiliki resiko," pungkas Ferdi Tanoni