• Nusa Tenggara Timur

PKK dan Dharma Wanita Kota Kupang Promosi Tenun Sepe di Moment Ladies Program

Imanuel Lodja | Jum'at, 24/06/2022 12:33 WIB
PKK dan Dharma Wanita Kota Kupang Promosi Tenun Sepe di Moment Ladies Program Peserta fashion show yang memperagakan busana berbahan dasar tenun ikat motif sepe dan mengunjungi ke spot Expo Mini Sepe yang berada di pelataran The Kings Restaurant.

KATANTT.COM--Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Lousje Marlinda Funay-Pellokilla, S.TP, mewakili Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kota Kupang, Hilda Riwu Kore-Manafe, SE, MM, membuka kegiatan Ladies Program.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke 17 tahun 2022 di Restauran The Kings, Kelurahan Alak, Rabu (22/6/2022).

Turut hadir dalam kunjungan ke RSUD SK Lerik, Wakil Ketua TP-PKK Kota Kupang, Elisabeth Lies Man-Rengka, sedangkan seluruh rangkaian acara diikuti oleh antara lain Ketua TP - PKK Kota Malang, Ketua TP - PKK Kota Kediri, Ketua TP - PKK Kota Bima, Wakil Ketua TP - PKK Kota Blitar, Wakil Ketua TP - PKK Kota Mataram, Ketua DWP Kota Denpasar, Istri-istri FORKOPIMDA Kota Kupang, para anggota DWP Kota Kupang, serta Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Seluruh para peserta Ladies Program mengunjungi Paliative Care Basecamp di RSUD SK Lerik sebelum kemudian menuju The Kings untuk menyaksikan fashion show yang memperagakan busana berbahan dasar tenun ikat motif sepe dan mengunjungi ke spot Expo Mini Sepe yang berada di pelataran depan The Kings Restaurant.

Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Hilda Riwu Kore-Manafe yang dibacakan Ketua DWP Kota Kupang, Lousje Marlinda Funay menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang merupakan para istri wali kota, istri wakil wali kota, istri Forkopimda serta beberapa istri sekretaris daerah pemerintah kota anggota Komwil IV.

Menurut Lousje Marlinda Funay-Pellokilla, Pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah sangat senang menyambut kehadiran para peserta serta berkesempatan menampilkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki daerah ini melalui Koepan Expo dimana para pengunjung dapat melihat secara langsung produk unggulan pelaku UMKM Kota Kupang.

Lousje menyorot tenun motif sepe, yang desainnya diciptakan khusus oleh Ketua TP-PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Hilda Riwu Kore-Manafe untuk menjadi motif khas daerah Kota Kupang.

Motif bunga sepe ini sudah didaftarkan dan mendapat sertifikat Hak Kekayaan ko Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang pada bulan Maret 2021 silam diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Funay, SE, MSi, bersama Ketua DWP Kota Kupang saat itu.

Lousje menjelaskan lebih lanjut tentang alasan pemilihan motif bunga sepe atau yang dikenal dengan flamboyan. Pohon flamboyan disebut sepe oleh masyarakat lokal, merupakan pohon yang banyak tumbuh subur di wilayah Kota Kupang.

Sepe menarik karena bunganya yang berwarna semarak merah jingga dan dikelilingi warna hijau daun yang segar dimata setiap orang yang memandang. Bunga sepe atau flamboyan mekar setiap tahun khusus pada bulan November hingga menjelang hari raya natal.

Alasan sepe dipilih menjadi motif khas Kota Kupang karena menurut Ketua Dekranasda Kota Kupang, Hilda, sepe dipilih karena mencerminkan karakteristik masyarakat Kota Kupang yang berani, jujur, beriman, ulet dan rajin namun ramah, toleran dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi.

Selain memperkenalkan ke masyarakat Kota Kupang untuk menjadi kebanggaan daerah, Dekranasda saat ini juga tengah berencana mempromosikannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Secara tidak langsung juga akan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia," jelas istri Sekda Kota Kupang, Fahrensy Funay ini.

Setelah penjelasan tentang tenun sepe, Lousje juga menjelaskan terkait kunjungan Ladies Program ke Paliative Care Basecamp di RSUD SK Lerik, untuk menyaksikan langsung pelayanan terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan.

"Perawatan paliatif merupakan suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah terkait mengancam jiwa, dengan mencegah dan meringankan penderitaan melalui identifikasi dini, pengkajian cermat menyeluruh dan pengelolaan nyeri serta masalah lain, baik fisik, psikososial dan spiritual," jelasnya.

Sebelum menutup sambutan, Lousje mengajak para peserta untuk turut serta dalam pawai budaya yang diselenggarakan dalam rangka Rakerwil IV dimana dalam kegiatan tersebut akan digelar berbagai atraksi serta peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis yang ditampilkan oleh para seniman, sanggar budaya dan para ASN Pemkot Kupang.

"Kami mengundang ibu-ibu sore ini dalam pawai budaya, ajang pertukaran budaya diantara 13 kota anggota Komwil IV APEKSI sekaligus kami tampilkan budaya NTT yang kaya melalui berbagai atraksi kesenian dan peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis, sekaligus merasakan langsung suasana Kota Kupang yang hangat dan penduduknya yang ramah serta bersahabat,” jelasnya.

Ia berharap ladies program tersebut juga dimaknai sebagai ajang menjalin keakraban sekaligus berbagi ide, pengetahuan, pengalaman maupun praktik terbaik dalam pelayanan bagi masyarakat, khususnya terkait program paliatif dan peningkatan UMKM yang dapat diadopsi oleh kota-kota lain.

"Harapan kami program ini berjalan lancar dan berkesan bagi ibu-ibu yang hadir dan  semakin mempererat kemitraan dan kerjasama diantara 13 kota anggota komwil IV APEKSI," ujarnya.

FOLLOW US