• Bisnis

Tambah Modal di Bank NTT, Pemkab TTS Alokasikan Rp 5 M di APBD Perubahan 2022

Djemi Amnifu | Rabu, 30/03/2022 21:18 WIB
Tambah Modal di Bank NTT, Pemkab TTS Alokasikan Rp 5 M di APBD Perubahan 2022 Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun

KATANTT.COM--Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 5 miliar lebih untuk dijadikan sebagai dana penyertaan modal daerah di PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT.

"Saya tidak ingat persis tapi sekitar Rp 4 miliar lebih atau Rp 5 miliar sehingga genap Rp 100 miliar dana penyertaan modal daerah Pemerintah Kabupaten TTS di Bank NTT," kata Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun kepada media ini, Selasa (29/3/2022).

Menurut Egusem Pieter Tahun, dana penyertaan modal daerah di Bank NTT menjadi program prioritas dalam pembahasan APBD Perubahan 2022.

Apalagi jelas Epy Tahun, demikian sapaan karibnya, bahwa dana penyertaan modal daerah di Bank NTT akan sangat membantu dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) TTS di tengah pandemi Covid-19 ini.

Epy Tahun mengakui jika di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia hingga berdampak ke semua sektor ternyata hanya sektor perbankan yang mampu mendongkrak perekonomian di daerah.

"Perhitungan PAD dari sektor perbankan sangat jelas. Artinya, sangat sulit untuk tidak sesuai target. Berbeda dengan PAD dari sektor pariwisata atau jasa," ujar Epy Tahun.

"Nah, kalau modal kita genap Rp 100 miliar tentu PAD kita dari deviden sudah pasti dan sangat membantu kami pemerintah daerah sekarang ini," tambahnya.

Sementara Pimpinan Cabang Bank NTT Soe, Irene Isabela Olin membenarkan telah mendapat informasi soal penambahan penyertaan modal daerah di Bank NTT dari Pemkab TTS baru anggarkan pada APBD Perubahan 2022 nanti.

"Kita mengikuti saja apa yang menjadi keputusan pemegang saham. Dan kita berharap, jika dalam perjalanan ada keinginan untuk menambah modal lagi maka akan lebih bagus lagi," ucap Irene.

Untuk diketahui, Bank NTT di era kepemimpinan Harry Alexander Riwu Kaho selaku Direktur Utama tengah bekerja dalam dalam memenuhi syarat modal inti minimum Rp 3 triliun menuju Bank Devisa di tahun 2024 mendatang.

Saat ini sebagian pemegang saham sudah melakukan penyetoran penyertaan modal tambahan hingga mencapai Rp 2,1 triliun sehingga masih kurang sekitar Rp 900 miliar lebih. Dan diharapkan sebelum tahun 2024 nanti modal inti minimum ini sudah terpenuhi.

FOLLOW US