Penandatanganan perjanjian kredit pinjaman daerah Pemkab Manggarai dan Bank NTT.
KATANTT.COM---Pemerintah Kabupaten Manggarai resmi memperoleh pinjaman daerah sebesar Rp46 miliar dari PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT).
Pinjaman tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan sejumlah sektor prioritas, terutama infrastruktur jalan, pertanian, dan sarana perkantoran kelurahan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Perjanjian Kredit Pinjaman Daerah itu ditandatangani di Resto Spring Hill Hotel, Selasa, 22 September 2026. Penandatanganan dihadiri Bupati Manggarai Herybertus Nabit, Wakil Bupati Fabianus Abu, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, serta Kepala Bank NTT Cabang Ruteng Romi Radjalangu.
Bupati Manggarai Herybertus Nabit mengatakan, pinjaman tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membiayai pembangunan yang manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
"Pinjaman ini kita maksimalkan untuk pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat, terutama jalan, pertanian, dan perkantoran kelurahan," ujar Bupati Hery.
Bupati Hery menjelaskan, keputusan pemerintah daerah mengambil pinjaman tidak terlepas dari kondisi fiskal nasional dan kebijakan efisiensi anggaran yang turut memengaruhi kemampuan keuangan daerah.
Sebelumnya, Pemkab Manggarai mengajukan pinjaman sebesar Rp100 miliar. Namun, setelah melalui proses perhitungan dan evaluasi pemerintah pusat, kemampuan pinjaman yang dapat direalisasikan ditetapkan sebesar Rp46 miliar.
"Awalnya kita mengajukan Rp100 miliar. Setelah seluruh perhitungan dilakukan, akhirnya yang bisa kita dapat Rp46 miliar," katanya.
Ia menjelaskan nilai tersebut tetap menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menyediakan ruang fiskal tambahan untuk pembangunan.
Mengenai kewajiban pembayaran, pinjaman tersebut dikatakan akan berlangsung hingga akhir masa jabatannya sebagai Bupati Manggarai.
"Tenggat waktu pembayaran sampai dengan akhir masa jabatan," ungkapnya.
Bupati Hery juga mengatakan, kerja sama pembiayaan dengan Bank NTT bukan hal baru bagi Pemkab Manggarai. Pinjaman sebelumnya juga telah dimanfaatkan untuk pembangunan sejumlah ruas jalan yang hingga kini masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Karena itu, pemerintah berharap pinjaman kedua ini memberikan dampak serupa, terutama melalui pembangunan yang memiliki manfaat luas dan berkelanjutan.
"Pinjaman sebelumnya sebagian besar kita gunakan untuk pembangunan jalan. Hasilnya masih terlihat sampai sekarang," paparnya.
Ia mengatakan Pemkab Manggarai akan berupaya mempercepat pelaksanaan program yang dibiayai pinjaman agar manfaatnya segera diterima masyarakat, terlebih daerah masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan pemulihan.
Namun, Bupati Hery mengakui pemerintah tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan secara bersamaan. Keterbatasan fiskal menuntut pemerintah menetapkan skala prioritas berdasarkan kebutuhan paling mendesak.
"Kita tidak punya terlalu banyak pilihan hari-hari ini. Karena itu, prioritas harus benar-benar ditentukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat," tegasnya.
Bank NTT: Pinjaman Manggarai Sudah Dua Kali
Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengatakan, pembiayaan kepada Pemkab Manggarai melalui pinjaman daerah kali ini merupakan kerja sama yang kedua.
Charlie juga mengatakan, pinjaman pertama telah memberikan dampak nyata, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan.
"Pinjaman daerah Manggarai sudah yang kedua. Pinjaman pertama sudah dirasakan masyarakat untuk pembangunan jalan," kata Charlie.
Ia berharap pinjaman Rp46 miliar tersebut kembali menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Manggarai.
Di tengah kondisi ekonomi yang juga dihadapi Bank NTT, Charlie memastikan pihaknya tetap berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat maupun pemerintah daerah.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui bantuan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak bencana. Bantuan itu, kata Charlie, akan terus dilanjutkan.
"Kami juga mengalami kesulitan, tetapi kami tetap berusaha membantu mereka yang mungkin berada dalam kondisi lebih sulit," ujarnya.
Ia berharap pembiayaan kepada Pemkab Manggarai dapat dikelola secara optimal sehingga benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar menambah ruang anggaran.
DPRD Disebut Beri Dukungan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Manggarai yang sejak awal berkomunikasi dan memberikan dukungan terhadap proses pinjaman daerah.
Menurutnya, keterlibatan legislatif menjadi bagian penting untuk memastikan pinjaman tetap berada dalam batas kemampuan keuangan daerah dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan.
"Yang paling penting adalah perhitungan kemampuan pengembalian dan penggunaan pinjaman. Eksekutif dan DPRD harus sama-sama memastikan itu," katanya.
Ia juga menegaskan, pinjaman Rp46 miliar tersebut bukan sekadar tambahan anggaran. Dana itu harus menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat pemulihan daerah.
Pada akhirnya, kata Bupati Hery, seluruh kebijakan pembiayaan pemerintah harus bermuara pada kepentingan masyarakat.
"Semua yang kita lakukan ini pada akhirnya kita persembahkan untuk masyarakat," pungkasnya.