Kasat Lantas Polres Kupang Kota AKP Andri Aryansyah dan anggota tengah menyapu air di ruas jalan di Kota Kupang sebelum ditambal.
KATANTT.COM--Sejumlah ruas jalan utama di Kota Kupang, NTT mengalami kerusakan cukup parah. Terdapat sejumlah lubang di jalan utama dan digenangi air saat hujan.
Kondisi makin diperparah dengan tersumbatnya lubang pembuangan air di sisi kanan dan kiri jalan sehingga jalan berlubang tertutupi air sehingga membahayakan pengguna jalan raya.
Banyak kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan utama di Kota Kupang. Selama tahun 2021 saja terdapat 53 orang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas dan puluhan lainnya mengalami luka ringan dan luka berat.
Salah satu penyebab kecelakaan ini karena kondisi jalan yang tidak memadai.
Anggota Polres Kupang Kota dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kupang Kota dibantu Sat Shabara dan Polsek Oebobo melakukan upaya penambalan jalan berlubang di Kota Kupang, Jumat (28/1/2022).
Inisiatif tersebut dilakukan bersama Rene Beton Kupang untuk menjawab keluhan-keluhan masyarakat di media sosial terhadap kerusakan jalan serta seringkali terjadi kecelakaan.
Saat musim penghujan ini juga tercatat tidak sedikit pengendara yang mengalami kecelakaan. Kerugian material hingga adanya korban meninggal dunia pun tak dapat terhindarkan.
Kasat Lantas Polres Kupang Kota AKP Andri Aryansyah, SIK mengatakan inisiatif menambal ruas jalan di Kota Kupang dilakukan untuk memberikan rasa nyaman bagi pengguna jalan ketika melintasi jalan di Kota Kupang.
Dikatakan potensi lakalantas akibat jalan berlubang ini sangat tinggi. Apagi disaat musim penghujan seperti saat ini.
"Kami memantau jalan-jalan yang berlubang agar bisa menutup agar bisa mengurai kemacetan dan menekan angka kecelakaan," sebutnya.
untuk hari pertama, Jumat (28/1/2022), pihaknya hanya menutup dan menambal jalan berlubang di dua titik yakni jalan W.J Lalamentik, Kelurahan Oebobo depan Kantor Jasa Rahaja Putera dan jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, depan eks Kantor OJK.
Mantan Kasat Lantan Polres Rote Ndao itu menyebut, periode Januari-Desember 2021 tercatat jumlah kasus lakalantas akibat jalan rusak mencapai 53 kasus korban meninggal dunia, luka berat 12 kasus, luka ringan 72 kasus.
"Rata-rata merupakan laka tunggal akibat kondisi jalan yang rusak," katanya.
Terhadap kegiatan tersebut, ke depan akan melakukan identifikasi atau mensurvei jalan rusak dan berpotensi kecelakaan agar bisa diperbaiki sambil menunggu perbaikan dari pemerintah.
"Intinya kita memberikan rasa aman kepada masyarakat kota kupang karena selalu mengadu di media sosial. Kami harapkan agar masyarakat juga terus menjaga fasilitas umum di kota kupang," bebernya.
kegiatan menutup lubang dan menambal jalan tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas, Kasat Shabara Polres Kupang Kota dan Kapolsek Oebobo.
Kegiatan di mulai sekitar pukul 09:00 wita bersama puluhan personilnya. Satu unit kendaraan resque dari Dit Samapta Polda NTT pun diterjunkan membantu menyedot air dari kubangan dan lubang.
Para anggota yang dilibatkan harus menyapu air yang tergenang di jalan lalu melakukan penambalan jalan. Anggota yang lain bertugas mengatur arus lalu lintas.
Kegiatan ini sempat memacetkan arus lalu lintas di Kelurahan Fatululi namun warga bisa memahami bahkan memuji langkah yang dilakukan aparat kepolisian.
"Sudah lama jalan ini berlubang. Warga sempat menanam pisang di jalan karena pemerintah tidak peduli padahal jalan ini merupakan jalan utama yang sering dilalui pejabat pemerintah," ujar John Tomeluk, salah seorang warga di sekitar Jalan WJ Lalamentik.
Ia mengapresiasi apa yang dilakukan polisi. "Tugas ini harusnya tanggungjawab pemerintah namun ternyata ada inisiatif dari kepolisian. Kita salut dan hargai langkah polisi membantu menambal jalan yang rusak," ujarnya.