Wakapolres Manggarai Barat memimpin Latpraops Patuh Turangga 2026 di Aula Kemala Mapolres Manggarai Barat.
KATANTT.COM---Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan bijaksana dalam pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026. Hal tersebut ditegaskannya saat memimpin Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Aula Kemala Mapolres Manggarai Barat, Jumat (5/6/2026) pagi.
Agenda taktis tersebut dilaksanakan sebagai upaya menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif menjelang peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema: "Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Berkeselamatan Menjelang Pelaksanaan Hari Bhayangkara Tahun 2026".
Dalam arahannya, Kompol Martinus Pake menekankan pentingnya kebijaksanaan personel dalam menghadapi dinamika di lapangan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
"Saya instruksikan kepada seluruh personel yang terlibat untuk mengedepankan kebijaksanaan. Selesaikan setiap dinamika dan potensi kendala di lapangan secara humanis, persuasif, dan bijaksana. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kehadiran Polri adalah untuk melindungi, mengayomi, dan memberikan rasa aman," ujar Kompol Martinus.
Dalam kesempatan yang sama, Kabag Ops Polres Manggarai Barat, Kompol I Wayan Merta, menegaskan bahwa Operasi Patuh Turangga 2026 merupakan operasi kepolisian kewilayahan terpusat yang bersifat terbuka. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama empatbelas hari, pada 8 hingga 21 Juni 2026, di seluruh wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Konsep utama dari operasi ini adalah mengedepankan fungsi lalu lintas yang didukung oleh fungsi kepolisian lainnya serta instansi terkait. Kita akan bergerak melalui kegiatan yang edukatif, preventif, serta penegakan hukum yang humanis," ujar Kompol Wayan di hadapan jajaran personel.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa operasi kali ini bukan sekadar rutinitas penertiban, melainkan momentum untuk memulihkan keharmonisan hubungan antara petugas dan masyarakat di ruang publik.
"Tujuan utama kita adalah meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap Polantas. Saya minta seluruh personel menghindari tindakan kontraproduktif di lapangan. Tidak boleh ada arogansi, apalagi praktik pungutan liar (pungli) di jalan raya. Kita layani masyarakat dengan prinsip 3S: Senyum, Sapa, dan Salam," tegasnya secara instruktif.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, memaparkan strategi taktis yang akan diterapkan di lapangan. Mengingat infrastruktur Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik berbasis CCTV belum tersedia di wilayah hukum Manggarai Barat, Satlantas telah menyiapkan formula khusus.
"Mengingat belum adanya sistem ETLE di Manggarai Barat, kami memformulasikan tindakan di lapangan dengan porsi 60 persen teguran simpatik yang bersifat humanis. Adapun tilang manual tetap diberlakukan, namun khusus diprioritaskan bagi jenis pelanggaran kasatmata yang berpotensi fatal menimbulkan kecelakaan," urai AKP Parta.
Pihak kepolisian juga merinci beberapa target operasi prioritas, yakni pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta berkendara di bawah pengaruh alkohol atau melebihi batas kecepatan, akan diberi atensi khusus di kawasan Jalan Gorontalo. Selain itu, kendaraan dengan spesifikasi teknis tidak standar seperti knalpot brong dan pelat nomor palsu juga akan ditindak tegas.
Demi menjaga integritas institusi dan menghindari asumsi liar di tengah masyarakat, Kasat Lantas juga mengeluarkan instruksi ketat terkait prosedur penyitaan barang bukti kendaraan bermotor.
"Setiap kendaraan pelanggar yang disita saat operasi wajib diangkut menggunakan truk logistik yang telah kami siapkan. Anggota dilarang keras mengendarai sepeda motor sitaan tersebut ke kantor polisi demi menjaga transparansi, menghindari prasangka buruk, dan menjaga kepercayaan masyarakat," tambahnya.
Merujuk pada data pembanding Operasi Patuh Turangga tahun 2025 lalu, Polres Manggarai Barat mencatatkan 176 pelanggaran (terdiri dari 31 tindakan tilang dan 145 teguran) serta 2 kejadian kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data tersebut, Satlantas menetapkan standar pencapaian yang lebih tinggi untuk tahun ini.
"Target besar kami pada operasi tahun 2026 ini adalah menekan fatalitas hingga mencapai Zero Accident atau nihil kecelakaan lalu lintas," cetus AKP Parta optimis.
Latihan pra operasi yang berakhir pada pukul 09.42 Wita tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Di penghujung acara, Wakapolres Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake, memberikan arah sekaligus instruksi pamungkas untuk memastikan kesiapan penuh seluruh jajaran.
"Saya instruksikan kepada seluruh personel yang terlibat untuk mengedepankan kebijaksanaan. Selesaikan setiap dinamika dan potensi kendala di lapangan secara humanis, persuasif, dan bijaksana. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kehadiran Polri adalah untuk melindungi, mengayomi, dan memberikan rasa aman," pungkas Kompol Martinus menutup arahannya.
Sebagai penanda dimulainya operasi, upacara pembukaan dan apel gelar pasukan Operasi Patuh Turangga 2026 direncanakan akan dilaksanakan secara khidmat pada Senin, 8 Juni 2026.
Operasi ini akan melibatkan sedikitnya 35 personel pilihan dari Polres Manggarai Barat yang siap mengamankan jalanan di bumi komodo, khususnya di kawasan Kota Labuan Bajo dan sekitarnya.