• Nusa Tenggara Timur

Dari Penjual Pulsa Mengantarnya Terpilih jadi Kepala Desa di TTS

Imanuel Lodja | Kamis, 02/12/2021 21:04 WIB
Dari Penjual Pulsa Mengantarnya Terpilih jadi Kepala Desa di TTS Dengky Imanuel Boko saat memberikan sambutan kepada keluarga dan warga di kampungnya.

katantt.com--Kerja keras Dengky Imanuel Boko, SH mencalonkan diri sebagai kepala desa di kampung halamannya di Kabupaten Timor Tengah Selatan membuahkan hasil.

Saat pemilihan kepala desa, Rabu (1/12/2021), jebolan Fakultas Hukum Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang ini terpilih menjadi Kepala Desa Fetomone, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Dengky Imanuel Boko, SH pun tidak menyangka dengan hasil ini membuahkan kemenangan bagi dirinya. Pasalnya Dengky Imanuel Boko arus bersaing dengan tiga kandidat lainnya.

Pada pemilihan kepala desa secara serentak, ada 4 calon yang maju menjadi calon kepala desa di Desa Fetomone.

Dalam pemilihan itu, walaupun banyak surat suara yang rusak dan dinyatakan hangus, Dengky Imanuel Boko, SH, meraih suara terbanyak dengan 84 suara.

Calon lainnya Yohanis Baun mendapat 38, calon Yusak Baun 38 suara dan calon Ferdinan Tapatab merai 70 suara.

Ada 128 surat suara tidak bisa diakomodir karena salah coblos sehingga dinyatakan hangus. Terpilihnya Dengky Imanuel Boko, SH ini menjadikannya sebagai kepala desa termuda.

Dengky Imanuel Boko, SH kelahiran Noebesi Kabupaten TTS 20 Desember 1992 ini saat ini berusia 29 tahun.

Anak ketiga dari pasangan Yohanis Erasmus Boko dan Mince Boko-Tefa ini akan memimpin Desa Fetomone kecamatan Nunbena, Kabupaten TTS hingga 6 tahun ke depan.

Pasca menyelesaikan kuliah di Fakultas Hukum UKAW ini, Dengky kembali ke kampung halamannya.

Selain aktif dengan kegiatan pemuda dan masyarakat di desa, Dengky pun membuka usaha berjualan pulsa.

Usaha ini digeluti selama beberapa tahun hingga saat ada pencalonan kepala desa, Dengky pun ikut serta.

Dengky pun mengusung visi misi memanfaatkan anggaran yang sudah ada dengan bermusyawarah bersama tokoh masyarakat, tokoh agama.ketua karang taruna, kaum perempuan dan tokoh adat.

Ia berkomitmen untk membahas anggaran membangun kampung halaman secara bersama-sama melibatkan semua pihak.

"Semua potensi di desa harus dilibatkan sehingga kita tidak bisa kerja sendiri. Dengan bekerja bersama maka program yang kita rancang akan sukses," tandasnya.

Ia juga terpanggil menjadi kepala desa demi membangun kampung halamannya ke arah yang lebih baik.

"Sebagai tuan tanah dan anak kampung, saya terpanggil membangun desa dengan potensi yang sama miliki dan didukung semua unsur masyarakat," tandas Dengky, Kamis (2/12/2021).

Pencalonan dan keterpilihannya pun mendapat dukungan penuh dari orang tua, kakak dan keluarga.

"Saya memang berjualan pulsa selama ini. Namun saya ingin membangun kampung halaman yaitu desa Fetomone," tandasnya.

Dengky juga tidak minder ketika sudah menjadi sarjana harus berjualan pulsa. Ia menganggap pekerjaan tersebut halal dan dari penghasilan nya berjualan pulsa ia bisa menghidupi diri sendiri dan membantu orang tuanya.

"Kita jangan malu melakukan pekerjaan apa saja asal halal dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain," tandasnya.

Kini, tanggungjawab memimpin desa nya segera dijalani. Walaupun nanti sudah menjadi kepala desa, ia berjanji tetap berjualan pulsa dan juga membantu warga lain sesuai kemampuan yang dimiliki.

FOLLOW US