Salah satu anggota Polsek Kelapa Lima turun ke lokasi Pasar Oeba Teluk Kupang guna mendapatkan informasi soal kemunculan buaya yang memangsa ternak warga.
katantt.com--Warga di sekitar Pasar Oeba Teluk Kupang Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang kembali dihebohkan dengan kemunculan buaya.
Sebelumnya pada akhir Oktober 2020 lalu, seorang nelayan terluka parah digigit buaya saat mencari ikan di Teluk Kupang.
Sementara pada Kamis (5/11), sejumlah ternak warga menjadi sasaran buaya yang muncul di Pantai Oeba Teluk Kupang.
Kali ini, sejumlah ternak babi milik Laasar Zon,38, di Jalan Sabu RT 06/RW 02 Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang menjadi sasaran.
Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan di Mapolsek Kelapa Lima, Kamis (5/11) menyebutkan kalau buaya menggigit ternak babi milik Laasar Zon di bawah kolong jembatan samping Brimobda Polda NTT.
Laasar Zon mengaku kalau saat itu sementara duduk di dalam rumah, tiba-tiba mendengar suara teriakan babi sehingga dirinya langsung mengecek suara babi tersebut.
Di lokasi Laazar Son menambatkan babi peliharaannya, melihat seekor buaya sedang menggigit babi miliknya di bagian belakang telinga.
Karena babi terlalu kuat maka gigitan buaya tersebut langsung terlepas dan buaya kembali menuju ke dalam laut Pantai Oeba Teluk Kupang.
Pasca kejadian ini, pemilik babi langsung memposting lewat facebook terkait dengan kejadian tersebut.
Tim SAR Kupang sempat datang ke Pasar Oeba melakukan upaya penangkapan namun buaya tersebut tidak ditemukan lagi.
Karena itu, Tim SAR meninggalkan Pasar Oeba dan mengagendakan pencarian dan penangkapan buaya pada malam hari.
"Kejadian munculnya buaya ini terjadi bukan saja pada ternak tetapi juga sudah terjadi beberapa hari lalu pada manusia," tandas Andri Setiawan.
Seorang nelayan, Hendrikus Duka Mete,31, nyaris tewas dimangsa buaya saat menangkap ikan di laut depan penahan gelombang (TPI), Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Kamis (22/10) tengah malam.
Warga Jalan Sumba Tuak Sabu, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ini mengalami luka parah pada sekujur tubuhnya.