Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Penjabat Bupati Sumba Barat, Semuel pakereng melakukan panen padi secara simbolis di Desaa Bali Loku Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat.
katantt.com--Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan panen padi secara simbolis di atas lahan seluas 1.554 hektare di Desa Bali Loku Kecamatan Wanokaka Kabupaten Sumba Barat. Panen padi ini dilakukan di tengah puncak musim kemarau yang tengah wilayah NTT.
"Kita akan siapkan ke depa, bisa ambil air pakai pipa dari sungai supaya tetap tanam pada musim kemarau. Tidak boleh ke depan, satu jengkal tanah di NTT yang tidak ditanami termasuk halaman rumah dan kantor," kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Jumat (8/10).
VBL--demikian biasa disapa, memberi contoh, lahan kantor Gubernur NTT yang sebelumnya dibiarkan kosong, sekarang dimanfaatkan oleh para mahasiswa dan anak-anak praktek. Hasil panennya bisa dijual dari pengolahan lahan pekarangan kantor gubernur.
"Seluruh kantor juga harusnya begitu, jangan biarkan kosong. Begitupun rumah-rumah. Tanam semuanya. Kalau bisa seperti itu, kita tidak perlu repot-repot lagi beli cabe dan sayur," pinta VBL.
Ia menambahkan telah meminta dinas pertanian dan ketahanan pangan NTT untuk mempersiapkan musim tanam bulan oktober sampai Maret dengan baik. Gagal panen harus dihilangkan dan tidak tdak boleh ulangi kesalahan yang sama.
" Kita harapkan dengan pertumbuhan pariwisata Sumba Barat yang pesat, semua rantai pasoknya berasal dari masyarakat Sumba khususnya Sumba Barat. Karenanya perlu kerja fokus pada tiga atau empat kegiatan prioritas," ujarnya.
Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR itu meminta Penjabat Sementara Bupati Sumba Barat untuk mempersiapkan penyusunan anggaran murni 2021 secara lebih terarah pada program-program prioritas sesuai keunggulan daerah.
"Perencanaan seperti ini harus disiapkan dengan benar. Kalau bisa pinjam, silahkan pinjam. Sebagai pemimpin juga harus selalu turun lapangan dan tidur di desa-desa. Tularkan semangat kerja provinsi ke Kabupaten Sumba Barat agar ekonomi masyarakat desa digerakan," tegas VBL.
Sementara itu, Penjabat Bupati Sumba Barat, Semuel Pakereng mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat siap mendukung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengolah lahan-lahan kosong.
"Kita telah mempersiapkan 20 hektare untuk penangkar benih jagung di Pantai Rua untuk mendukung ketahanan pangan. Sampai saat ini juga belum ada gagal panen di Kabupaten Sumba Barat," jelas Semuel Pakereng.