Yayasan Felix Maria Go Bangun Kampung Maumolo di TTU yang Puluhan Tahun Alami Kekeringan

Reli Hendrikus | Rabu, 24/09/2025 10:49 WIB

Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan penuh sukacita dan kebahagiaan merayakan ulang tahun ke-103 Kota Kefamenanu. Ketua Yayasan Felix Maria Go, Fransiscus Go, sangat peduli pada pendidikan bagi anak-anak di Kampung Maumolo

KATANTT.COM--Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan penuh sukacita dan kebahagiaan merayakan ulang tahun ke-103 Kota Kefamenanu.

Di tengah kemeriahan itu, Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, mengajak semua elemen masyarakat bahu membahu dengan pemerintah daerah untuk membangun TTU. Ajakan itu direspon positif Yayasan Felix Maria Go (YFMG).

Di bawah kepemimpinan Fransiscus Go, yayasan sosial kemasyarakatan itu, kini serius membangun sebuah kampung bernama Kuan Maumolo. Kampung yang telah puluhan tahun mengalami kekeringan.

Dimulai dari pembangunan infrastruktur pengairan. YFMG membuat sumur bor di beberapa titik. Air dari sumur bor tersebut lalu ditampung direservoar, kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga dan juga areal pertanian.

Baca juga :

Pasokan air itu kini membuat Kuan Maumolo bergeliat kembali. Pembuatan sumur bor di beberapa titik, bukannya tanpa alasan. Pasalnya, kampung itu dulunya dikenal sebagai sentra produksi sayur-sayuran dan juga buah-buahan. Hasil produksi pertanian Maumolo, dipasarkan di sejumlah pasar yang ada di Kota Kefamenanu.

Ketua Yayasan Felix Maria Go, Fransiscus Go, kepada wartawan Senin (22/9/2025), mengatakan, program pemberdayaan Kampung Maumolo di TTU adalah wujud nyata dari semangat membangun dari akar.

“Kami di Yayasan YFMG percaya, bahwa kekuatan bangsa dimulai dari desa. Dengan melibatkan masyarakat setempat, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan keterampilan, hingga pemanfaatan potensi alam, kita tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menumbuhkan kemandirian,” tandasnya.

Frans Go sapaannya, menambahkan, Maumolo memiliki kekayaan budaya dan sumber daya yang luar biasa.

“Tugas kita adalah mendampingi, agar potensi ini bisa dikelola dengan baik. Sehingga, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial.”


“Harapan kami, program ini menjadi contoh, bahwa ketika masyarakat desa diberi kesempatan dan pendampingan yang tepat, mereka dapat berdiri tegak, sejahtera, dan bangga dengan identitasnya sendiri,” kata Frans Go.

 

TAGS : Frans Go Peduli Pendidikan TTU Anak