Sinergitas Polda NTT-AJI Kupang Perkuat Pengawasan Rekrutmen Polri & Perkuat Literasi Media

Reli Hendrikus | Senin, 13/04/2026 20:23 WIB

Polda NTT memperkuat sinergitas dengan semua stakeholder dalam memperkuat pengawasan terhadap setiap tahapan  penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2026. Termasuk dalam memperkuat literasi media kepada siswa Bintara Polri yang menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negera Kupang. Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko foto bersama pengurus AJI Kupang, pengurus KKK NTT & Direktirs PIAR NTT, Sarah Lerry Mboeik.

KATANTT.COM--Polda NTT memperkuat sinergitas dengan semua stakeholder dalam memperkuat pengawasan terhadap setiap tahapan  penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2026. Termasuk dalam memperkuat literasi media kepada siswa Bintara Polri yang menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negera Kupang.

Hal ini dibuktikan dalam audience antara Pengurus Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Kupang, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) NTT dan Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat  (PIAR NTT) bersama Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko di Lantai II Mapolda NTT, Senin (13/4/2026).

Ketua AJI Kupang, Djemi Amnifu mengapresiasi Polda NTT yang membuka diri untuk menerima masukan dan kritik dari semua pihak termasuk dari AJI Kupang.

Terkait proses penerimaan anggota Polri yang sementara berlangsung, Ketua AJI Kupang Djemi Amnifu menyatkan komitmen AJI Kupang untuk memperkuat pengawasan. AJI Kupang sendiri selama ini terlibat langsung sebagai pengawas ekternal dalam seleksi penerimaan anggota Polri.

Baca juga :

Keterlibatan AJI Kupang sebagai pengawas eksternal tersebut disyaratkan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 13/2010 tentang Pengawas Ekternal Penerimaan Calon Anggota Polri  dan Perkap Nomor 10/2016 tentang Penerimaan Anggota Polri. 

Ketua AJI Kupang, Djemi Amnifu menyatakan bahwa AJI Kupang  ingin menindaklanjuti pertemuan bersama Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko pada September 2025 lalu, terkait penguatan literasi media kepada siswa Bintara Polri yang sementara menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negera )SPN) Kupang.

Hal ini penting mengingat tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis di NTT di mana sesuai data AJI justru pelaku yang paling banyak adalah oknum polisi.

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko menyatakan komitmen untuk membuka diri terhadap berbagai masukan termasuk kritik kepada Polda NTT dalam proses penerimaan anggota Polri di lingkungan Polda NTT.

Jenderal polisi bintang dua ini mengapresiasi AJI Kupang bersama KKJ NTT dan PIAR NTT dalam bersinergi mengawal setiap tahapan seleksi penerimaan anggota Polri baik Tamtama, Bintara dan Akpol. 

Orang nomor satu di jajaran Polda NTT ini menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri memegang prinsip teguh prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis sehingga tidak mungkin melakukan di luar dari aturan yang berlaku. 

Bahkan Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyatakan dirinya sendiri tidak mungkin melakukan intervensi dalam proses seleksi karena pasti akan ketahuan.  "Semua dikendalikan dari Mabes. kami di daerah hanya pelaksana. Kami di daerah hanya memastikan semua tahapan berjalan dengan baik,: ungkapnya.

Ia mengingkan orangtua yang anaknya sementara mengikuti seleksi agar jangan percaya kepada calo termasuk oknum Polri yang ingin mencari keuntungan pribadi yang diistilahkan denga tembak di atas kuda.

"Jangan pernah percaya calo. Berapa pun uang yang dikasih, dia (calo) tidak bisa buat apa-apa ibarat tembak di atas kepala kuda. Jadi peserta yang lulus pasti murni karena kemampuannya. Penerimaan kali ini ada yang bisa rmain-main," katanya.

Ketua KKJ NTT, Obed Gerimu pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa kehadiran KKJ NTT yang dideklarasi pada September 2023 lali, guna memberikan perlindungan kepada jurnalis yang mengalami kekerasan. KKJ NTT ini terdiri dari AJI Kupang, PWI NTT, IJTI NTT, AMSI NTT dan KAI NTT.

Direktris PIAR NTT, Sarah Lerry Mboeik mengatakan bahwa -engawasan eksternal bukan sekedar formalitas administratip, melainkan benteng untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta martabat institusi Polri di daerah. "Karena kualitas institusi dimasa depan sangat bergantung pada siapa yang kita terima hari ini," tegasnya.

Ia juga menyoroti soal tingginya kasus kasus kekerasan seksual yang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak sehingga masih kurangnya personil Polwan hingga ke Polres.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua KKJ NTT, Bildad Thonak sejumlah pengurus AJI Kupang, Labu Nggiku Mbuhang, William Makani, Lidia Radjah, Yapi Manleus dan Simon Selly. 

 

 

 

TAGS : AJI Kupang KKJ NTT Polda NTT Rekruitmen Anggota Polri