Di Balik Pengawalan Ketat Gubernur di Poco Leok : Misi Humanis dan Dialogis Polres Manggarai

Wilibrodus Jatam | Kamis, 17/07/2025 18:24 WIB

KATANTT.COM---Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, ke Poco Leok, Kabupaten Manggarai, pada Rabu (16/7/2025) menjadi sorotan publik. Kapolres Manggarai, AKBP Hendry Syaputra dan Komandan Kodim 1621/Manggarai, Letkol Inf. Budiman Manurung, saat mendampingi Gubernur NTT, Melki Laka Lena di Poco Leok, Rabu (16/7/2025).
KATANTT.COM---Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, ke Poco Leok, Kabupaten Manggarai, pada Rabu (16/7/2025) menjadi sorotan publik.
 
Daerah ini dikenal memiliki dinamika terkait proyek geotermal. Kehadiran rombongan gubernur yang dikawal ketat memicu beragam pertanyaan dan persepsi di kalangan masyarakat, terutama mengingat sensitivitas isu geotermal di Poco Leok.
 
Namun, penting untuk dicatat bahwa di balik pengamanan tersebut, Institusi Kepolisian Resor (Polres) Manggarai menunjukkan komitmen humanis yang kuat untuk menciptakan perdamaian dan mencari solusi bersama.
 
 
Polres Manggarai: Lebih dari Sekadar Penegak Hukum
 
Di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Hendri Syaputra, Polres Manggarai tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pendekatan proaktif dan dialogis dengan masyarakat. AKBP Hendri menegaskan bahwa kehadiran polisi di Poco Leok bukan sekadar mengamankan rombongan atau proyek.
 
"Kehadiran kami di Poco Leok itu bukan sekadar mengamankan rombongan atau proyek saja. Lebih dari itu, kami ingin menunjukkan bahwa Polres Manggarai berperan aktif dalam mengawal pembangunan. Ini inisiatif strategis yang harus kita dukung bersama," jelas AKBP Hendri kepada awak media pada Kamis (17/7/2025).
 
Mendengar Setiap Suara, Merangkul Perbedaan
 
Konflik seputar proyek geotermal di Poco Leok mencerminkan kompleksitas pembangunan di daerah. Ada masyarakat yang mendukung, namun tak sedikit pula yang menyuarakan penolakan. AKBP Hendri Syaputra menekankan bahwa tugas kepolisian adalah menjembatani perbedaan tersebut.
 
"Kami langsung berdialog dengan warga di sana. Ada yang pro, ada yang kontra, itu wajar. Tugas kami adalah mendengarkan," ungkapnya.
 
Baginya, setiap masukan, kekhawatiran, dan harapan dari berbagai elemen masyarakat adalah prioritas utama. Pendekatan ini menunjukkan bahwa fungsi kepolisian melampaui tugas represif semata, melainkan juga berorientasi pada pembangunan dialog dan pemahaman bersama.
 
Profesionalisme dan Humanisme sebagai Landasan
 
AKBP Hendri menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Manggarai dibekali untuk selalu bertindak netral, sesuai prosedur hukum yang berlaku, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
 
"Tugas kami adalah menjaga Kamtibmas. Ini berarti kami harus adil, transparan, dan dapat dipercaya. Kami memastikan bahwa setiap permasalahan disikapi dengan bijak, meminimalkan potensi konflik, dan memaksimalkan jalur musyawarah untuk mencapai solusi terbaik," jelasnya.
 
Melalui program kemitraan dengan masyarakat dan respons cepat terhadap laporan, Polres Manggarai terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
 
Polres Manggarai: Sahabat dan Pelindung Masyarakat
 
Komitmen AKBP Hendri Syaputra terangkum dalam jaminannya bahwa tidak akan ada masyarakat yang dirugikan dalam proses ini.
Menegaskan bahwa di tengah dinamika pembangunan dan potensi konflik, Polres Manggarai berkomitmen untuk menjadi garda terdepan yang tidak hanya mengawal ketertiban, tetapi juga memastikan setiap langkah pembangunan dilakukan dengan empati dan perspektif kemanusiaan.
 
"Polres Manggarai tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung masyarakat. Kami ada untuk seluruh masyarakat Manggarai," tutupnya.
 
 
 
TAGS : Gubernur NTT Poco Leok Misi Humanis Dialogis Polres Manggarai