KATANTT.COM--Provinsi NTT Ttermasuk sebagai daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta berbatasan langsung dengan dua negara yakni Timor Leste dan Australia maka Transformasi Digitalisasi menjadi sangat penting.
PT. PLN Icon Plus diharapkan dapat menjawab percepatan transformasi digital melalui kerjasama strategis perluasan transformasi digital dan penjajakan program infrastruktur telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai anak perusahaan resmi dari PT.PLN (Persero) yang dengan memanfaatkan infrastruktur kelistrikan PLN yang telah menjangkau hampir seluruh wilayah, PT PLN Icon Plus harus menjadikan NTT sebagai etalase transformasi digital di wilayah perbatasan.
Karena itu, PT PLN Icon Plus optimistis digitalisasi dapat mendorong pembangunan di berbagai sektor strategis, mulai dari kelautan, pendidikan, kesehatan hingga pelayanan publik.
Hal ini mengemuka dalam pertemuan Komisaris PT PLN Icon Plus, Nicholay Aprilindo bersama Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena yang didampingi Kadis Infokom NTT, Adi Mandala di ruang kerja Gubernur NTT, Jumat (24/7/2026).
Kepada wartawan usai pertemuan, Komisaris PT PLN Icon Plus, Nicholay Aprilindo mengatakan, sebagai subholding PLN yang berada di bawah naungan Danantara, PLN Icon Plus memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan digital yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Menurut mantan Dirjen Penguatan Instrumen HAM Kementerian HAM RI, jaringan infrastruktur PLN yang telah tersebar luas menjadi fondasi kuat untuk memperluas layanan digital hingga ke berbagai wilayah di NTT. Dengan dukungan tersebut, kerja sama bersama pemerintah daerah diyakini mampu menghadirkan solusi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Sebagai putra Timor yang dipercaya menjadi Komisaris PLN Icon Plus, saya merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun daerah saya. Karena itu kami siap bergandengan tangan dengan pemerintah daerah di NTT, agar transformasi digital benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," kata Nicholay.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk implementasi transformasi digital dilakukan pada sektor kelautan melalui pemanfaatan teknologi GPS Marine. Teknologi tersebut memungkinkan nelayan mengetahui titik-titik potensial keberadaan ikan sekaligus memperoleh informasi prakiraan cuaca sebelum melaut. Dengan demikian, aktivitas melaut menjadi lebih aman, efisien, dan berpotensi meningkatkan hasil tangkapan.
Di sektor pendidikan, PLN Icon Plus juga mengoptimalkan infrastruktur jaringan melalui layanan ICONNET, produk layanan internet (fixed broadband) berbasis jaringan full fiber optic yang disediakan dan dirancang untuk memberikan koneksi internet yang stabil, cepat, dan terjangkau.
Ia menambahkan bahwa dengan penyediaan akses internet atau WiFi serta konektivitas yang andal diharapkan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga perguruan tinggi.
"Dengan digitalisasi dibidang pendidikan, kesehatan, tambang dan kelautan, kita bisa secara nyata berkontribusi terhadap pembangunan di NTT," tegas Nicholay
Manager Kantor PLN Icon Plus Perwakilan NTT, Joko Siswanto, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung berbagai program strategis pemerintah daerah yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat transformasi digital di Nusa Tenggara Timur.
"Sebagai unit layanan di NTT, PLN Icon Plus konsisten mendukung program-program pemerintah daerah yang bersinergi dengan pemerintah pusat, sehingga implementasi dan pemerataan digitalisasi dan teknologi mampu meningkatkan PAD serta ikut berkontribusi dalam pembangunan," kata Joko.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan berharap pemanfaatan teknologi digital dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
Audiensi ini sendiri bertujuan untuk menjalin sinergitas dan kolaborasi antara PLN Icon Plus dengan Pemerintah Provinsi NTT, khususnya dalam bidang konektivitas digital, transformasi layanan berbasis teknologi dan pengembangan energi hijau (green energy).
Gubernur NTT Melkiades Laka Lena mengapresiasi tawaran kerja sama dalam bidang digitalisasi yang dinilai sejalan dengan kebutuhan dan visi Pemerintah Provinsi NTT. “Pada intinya, saya sambut baik karena ini program bagus dan kita juga butuh,” ujar Melki, demikian akrab disapa.
Ia juga berharap, kerja sama ini nantinya dapat memberikan dampak nyata, terutama dalam mempercepat digitalisasi layanan publik dan meningkatkan akses teknologi informasi bagi masyarakat di seluruh wilayah NTT.
Dengan adanya sinergi ini, Pemerintah Provinsi NTT optimis akan tercipta pemerataan konektivitas dan peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital di masa mendatang.