• Nusa Tenggara Timur

Selesaikan Konflik, Wakapolda NTT Turun Langsung ke Adonara Timur

Imanuel Lodja | Rabu, 22/07/2026 18:13 WIB
Selesaikan Konflik,  Wakapolda NTT Turun Langsung ke Adonara Timur Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal menggelar dialog dan memberikan bantuan sosial kepada warga korban konflik sosial di Adonara Timur

Foto : Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal menggelar dialog dan memberikan bantuan sosial kepada warga korban konflik sosial di Adonara Timur
 
KATANTT.COM--Polda NTT mengintensifkan langkah-langkah percepatan penyelesaian konflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. 
 
Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Faizal bersama jajaran Pejabat Utama Polda NTT langsung ke Kabupaten Flores Timur pada Selasa (21/7/2026). Ia didampingi Karo Opd Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin, Dir Intelkam, Kombes Pol Danang Kuswoyo, Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Pol. Afrizal Asri  serta Kabid Propam Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra. 
 
Agenda diawali dengan memimpin rapat terbatas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Flores Timur guna membahas percepatan penyelesaian konflik sosial yang sempat menimbulkan keresahan masyarakat.
 
Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan secara komprehensif dengan mengedepankan dialog, musyawarah serta pendekatan adat sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Flores Timur. 
 
Seluruh pihak juga didorong untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan akar permasalahan konflik agar tidak kembali berulang. Di sisi lain, aparat penegak hukum tetap akan bertindak tegas terhadap setiap pelaku tindak pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
 
Ia menginstruksikan pelaksanaan langkah-langkah cooling system secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya konflik susulan, sekaligus mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar dan bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
 
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyatakan komitmennya membentuk Satuan Tugas Penanganan Konflik serta memfasilitasi proses rekonsiliasi dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen terkait.
 
Sementara itu, unsur TNI, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri juga menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum, pengamanan wilayah, serta penyelesaian konflik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Faizal juga melakukan dialog bersama Muspika Adonara Timur, Tim Mediasi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga keluarga korban dari kedua dusun yang berkonflik. 
 
Dialog berlangsung terbuka sebagai wadah menyerap aspirasi sekaligus membangun kesepahaman demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
 
Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak konflik.  Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan Pos BKO Satbrimob Polda NTT yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Adonara Timur.
 
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan bahwa kunjungan kerja Wakapolda merupakan wujud keseriusan Polda NTT dalam memastikan penyelesaian konflik berjalan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan pendekatan kemanusiaan dan kearifan lokal.
 
"Bapak Kapolda NTT memberikan perhatian penuh terhadap penyelesaian konflik sosial di Adonara Timur. Kunjungan kerja Wakapolda bersama para Pejabat Utama Polda NTT merupakan langkah konkret untuk mempercepat proses penyelesaian konflik melalui sinergi seluruh unsur, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun Tim Mediasi. Pendekatan dialog dan rekonsiliasi menjadi prioritas, namun terhadap setiap pelanggaran hukum tetap akan diproses secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku," kata Henry Novika Chandra.
 
Kabid Humas mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu kembali konflik.
 
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang saat ini relatif kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Percayakan penyelesaian persoalan kepada mekanisme hukum, proses mediasi dan musyawarah yang sedang berjalan. Polda NTT bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal proses perdamaian hingga tercipta situasi yang aman, damai dan harmonis bagi seluruh masyarakat Adonara Timur," tambahnya.
 
Kunjungan kerja Wakapolda NTT semakin memperkuat komitmen bersama dalam mempercepat penyelesaian konflik melalui kolaborasi antara penegakan hukum, rekonsiliasi, dan pendekatan berbasis budaya lokal. 
 
Sinergitas TNI-Polri, Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tim mediasi menjadi faktor penting dalam mencegah eskalasi konflik lanjutan.
 
Meski situasi keamanan di Adonara Timur saat ini relatif kondusif, Polda NTT tetap mengoptimalkan langkah cooling system, penggalangan kepada seluruh pihak yang berkonflik, mengawal percepatan penyelesaian akar permasalahan melalui Tim Mediasi bersama Forkopimda.
 
Polisi juga  mempertahankan kehadiran personel pengamanan disertai peningkatan deteksi dini terhadap potensi konflik susulan, guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

FOLLOW US