Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko bersama Pengurus AJI Kupang dan PIAR NTT usai audience bersama, Rabu (8/10/2025).
KATANTT.COM--Polda Nusa Tenggara Timur menjadi Polda pertama di Indonesia yang memberikan kapasitas kepada anggotanya dengan memasukkan materi Pendidikan Junalistik untuk sisiswi Bintara dan Tamtama.
"Ini usulan yang bagus. Nanti kita berikan kesempatan (kepada AJI Kupang) memberikan materi tentang Jurnalistik. Semacam kuliah umum begitu termasuk soal HAM dan kekerasan seksual berbasis gender," jelas Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr Rudi Darmoko saat audience bersama Pengurus AJI Kupang dan PIAR NTT, Rabu (8/10/2025).
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyebut bila materik tentang Jurnalistik harus dimasukkan dalam kurikulum peneriman Bintara dan Tamtama Pori maka harus lewat Lemdiklat. Namun, untuk penguatan kapasitas bagi Bintara dan Tamtama di SPN Kupang bisa langsung lewat kuliah umum.
Penegasan orang nomor satu di jajaran Polda NTT ini menjawab usulan AJI Kupang terkait tingginya angka kekerasan terhadap jurnalis di NTT yang terbilang tinggi. Di mana oknum polisi berada di urutan pertama sebagai pelaku kekerasan terhadap jurnalis.
Selama 2024, angka kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia mencapai 79 kasus di anggota polisi berada di urutan pertama sebagai pelaku kekerasan. Sementara di NTT selama 2024 terdapat 11 kasus di mana hanya 2 kasus yang diproses ssampai ke pengadilan sedangkan 9 kasus tidak ada kejelasan.
"Polri sangat terbuka terhadap berbagai bentuk masukan, saran, maupun kritik yang konstruktif dari insan pers. Forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dan memperkuat kepercayaan antara Polri dan masyarakat,” kata Rudi Darmoko.
Ia berharap pendidikan jurnalistik bagi para siswa SPN Polda NTT, sebagai upaya memberikan pemahaman yang benar mengenai tugas dan fungsi jurnalis. Selain itu, program ini diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman maupun potensi gesekan antara aparat dan media di lapangan.
Menurut peraih Adhi Makasaya 1993 ini Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dan peran aktif dari media, lembaga pemerintah, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar seluruh program berjalan efektif. Pers adalah mitra strategis dalam mengawal kebijakan publik dan memberikan edukasi positif kepada masyarakat,” tegasnya.
Jenderal polisi bintang dua ini memamparkan sejumlah program strategis Polda NTT diantaranya dalah Program Zero TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) yang saat ini tengah disiapkan, di mana rancangan kerja samanya telah diajukan kepada Gubernur NTT untuk mendapatkan dukungan bersama.
“Polda NTT berkomitmen mendorong program Zero TPPO dan Kampung Bebas Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak sebagai bentuk perlindungan kepada kelompok rentan,” imbuhya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kabid Propam, AKBP Andra dan Wadir Intelkam,AKBP Edwin Saleh.