• Nusa Tenggara Timur

Ngabuburit Pengawasan 2026, Bawaslu Mabar Perkuat Integritas Penyelenggara Pemilu di Bulan Ramadhan

Emanuel Suryadi | Kamis, 05/03/2026 05:25 WIB
Ngabuburit Pengawasan 2026, Bawaslu Mabar Perkuat Integritas Penyelenggara Pemilu di Bulan Ramadhan Bawaslu Manggarai Barat dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan 2026 untuk memperkuat integritas dan spirit kelembagaan di bulan Ramadan.

KATANTT.COM---Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menggelar kegiatan bertajuk "Ngabuburit Pengawasan 2026" pada Rabu (04/03/2026). Dengan mengusung tema "Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu", agenda ini dirancang untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi spiritual guna memperkuat integritas dan disiplin internal di jajaran pengawas pemilu.

Acara yang diikuti oleh internal Bawaslu Manggarai Barat, serta dihadiri jajaran KPU Kabupaten Manggarai Barat ini menekankan bahwa nilai-nilai ibadah puasa seperti kejujuran dan pengendalian diri sangat relevan dengan tugas penyelenggara pemilu dalam menjaga kepercayaan publik.

Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Maria M. Seriang, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual, melainkan momentum krusial untuk pendidikan karakter. Menurutnya, ibadah puasa adalah sarana berharga untuk mengasah kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab moral yang akan berimplikasi pada peningkatan kualitas kinerja lembaga.

“Semangat Ramadan harus menjadi energi baru bagi seluruh jajaran pengawas pemilu. Integritas bukan hanya soal kepatuhan pada aturan, tetapi juga soal kesadaran batin dalam menjaga amanah,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Azis, Komisioner KPU Manggarai Barat Divisi Sosdiklih, Parmas, dan Humas, menyoroti relevansi kuat antara esensi puasa dengan profesionalitas penyelenggara pemilu. Ia memandang puasa sebagai latihan pengendalian diri untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga demokrasi.

“Puasa mengajarkan kita untuk tetap jujur meski tidak ada yang melihat. Dalam ibadah puasa, tidak ada manusia yang benar-benar mengetahui apakah seseorang berpuasa atau tidak, namun ia tetap menjalaninya karena keyakinan bahwa Allah Maha Melihat. Nilai inilah yang sangat penting dalam tugas-tugas publik, terutama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemilu,” ungkap Azis.

Ia juga mengingatkan agar momentum ini dijadikan ruang evaluasi diri bagi setiap penyelenggara pemilu untuk mengukur sejauh mana amanah telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat, Frumensius Menti, turut memperkaya diskusi melalui pemaparan materi berjudul “Puasa dan Kejujuran: Latihan Moral Tanpa Pengawasan.” Ia menekankan bahwa pengawasan eksternal harus selalu diimbangi dengan kesadaran internal. Baginya, pelanggaran sering kali berakar dari rapuhnya komitmen moral individu, bukan semata-mata karena kelemahan regulasi.

“Puasa melatih kejujuran tanpa pengawasan. Inilah fondasi utama dalam membangun lembaga yang berintegritas. Ketika nilai ini tertanam, maka pengawasan bukan lagi beban, melainkan tanggung jawab moral,” jelas Frumensius.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Manggarai Barat lainnya, Muhammad Hamka, menyebut Ramadan sebagai masa persiapan diri untuk sebelas bulan berikutnya. Ia berharap hasil dari pembinaan spiritual ini tercermin secara konsisten dalam perilaku kerja sehari-hari.

Kegiatan refleksi ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama. Melalui "Ngabuburit Pengawasan", spirit pengawasan diharapkan tidak lagi terbatas pada aturan formal, melainkan bertransformasi menjadi kekuatan spiritual yang terpatri kuat di dalam sanubari setiap penyelenggara pemilu.

FOLLOW US