• Nusa Tenggara Timur

Brimob Batalyon Atambua Sterilisasi Gereja-Gereja Jelang Perayaan Natal

Yansen Bau | Rabu, 24/12/2025 14:21 WIB
Brimob Batalyon Atambua Sterilisasi Gereja-Gereja Jelang Perayaan Natal Anggota Brimob Batalyon A Pelopor Atambua melakukan sterilisasi di Gereja Katolik Katedral Atambua, Kabupaten Belu sebelum pelaksanaan perayaan misa malam Natal, Rabu (24/12/2025).

KATANTT.COM---Jelang perayaan Natal di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Anggota Brimob Batalyon A Pelopor Atambua Sat Brimobda NTT melakukan sterilisasi gereja-gereja.

Kegiatan dipimpin Banit 1 Subden 1 Jibom BP Batalyon-A Sat Brimobda NTT, Aiptu Allen Muskitta menyasar tempat ibadah pertama yakni Gereja Katedral Santa Imakulata Atambua, Rabu (24/12/2025) pukul 14.00 Wita.

Sejumlah Anggota Brimob bersenjata dilengkapi peralatan metal detektor dan miror dibantu personil Pos Pam Natal memeriksa mimbar utama dan altar, kemudian menyisir tempat duduk umat.

Tidak saja itu, setiap sudut ruangan bahkan area luar atau kompleks Paroki Katedral bangku-bangku ditenda, kotak sampah hingga pohon Natal tidak luput dari pemeriksaan sebelum dilaksanakan perayaan misa malam Natal sesuai jadwal.

Aiptu Allen Muskitta menyampaikan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan Anggota Brimob Batalyon A Pelopor Atambua sore ini merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap tahunnya.

"Jadi, berdasarkan surat perintah dari Bapak Kapolda NTT ke Bapak Dansat, dan diperintahkanlah kami untuk unit Jibom yang ada di Batalyon A untuk melaksanakan sterilisasi," ujar dia kepada awak media.

Jelas Muskitta, titik lokasi yang menjadi sasaran sterilisasi yakni 4 Gereja utama di dalam kota yakni, Gereka Katedral Atambua, Gereja Tukuneno di Lolowa, Gereja Anugerah dan Gereja Polycarpus.

"Kegiatan yang kita laksanakan ini mulai dari hari ini tanggal 24 hingga 31 Desember menyambut pergantian tahun baru 1 Januari 2026," terang Muskitta.

Lanjut dia, proses sterilisasi dari awal yamg kita lakukan tadi sampai selesai kegiatan, tidak ditemukan satu benda atau barang yang dicurigai sebagai bahan peledak atau bom.

"Jadi, dari kami menyampaikan bahwa misa malam Natal bisa dilaksanakan, karena kami sudah lakukan sterilisasi tidak ditemukan benda atau barang yang dicurigai di Gejera Katedral," pungkas Muskitta.

 

FOLLOW US