• Nusa Tenggara Timur

Natal Tidak Sebatas Perayaan harus Dihidupi

Anna Djukana | Kamis, 16/01/2025 13:03 WIB
Natal Tidak Sebatas Perayaan harus Dihidupi Pendeta Adi Amtaran, STh, memimimpin ibadah.

KATANTT.COM--Natal tidak sebatas perayaan tetapi harus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari sambal terus memperbaharui komitmen natal bagi melayani perempuan, anak dan kelompok rentan korban kekerasan. Teruslah memberi makna lebih untuk setiap perayaan yang dilakukan.

Refleksi khotbah yang terbaca dari Lukas 2:8-20 tersebut disampaikan Ketua BPP Pengurangan Risiko Bencana MS GMIT, Pdt. Adi Amtaran, STh pada ibadah natal Bersama Keluarga Besar Rumah Harapan (RH) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) belum lama ini, di aula PPA Jemaat GMIT Maranatha-Oebufu.

Perayaan Natal keluarga RH GMIT menjadi inspirasi bagi kita dalam menumbuhkan spiritualitas yang menggerakan semangat pengabdian dan pelayanan bersama,” katanya dan menambahkan perjumpaan kita dengan orang yang dilayani dibawa dalam dialog perjumpaan dengan Yesus Sang Juruselamat manusia menolong kita untuk terus menyatakan kabar sukacita ini baik untuk orang-orang yang dilayani maupun komunitas yang lebih luas lagi yang juga mengupayakan kehidupan yang lebih bermartabat dari waktu ke waktu.

Pendeta Adi menyampaikan pesan yang bisa dipelajari dari spiritualitas para gembala yang saling mengajak untuk pergi ke Betlehem yakni merayakan natal bersama merupakan upaya memaknai kelahiran Yesus melalui pekerjaan dan pelayanan yang digumuli Bersama.

RH GMIT katanya sejak lahir Tahun 2018 sampai saat ini terus memberi diri untuk mendampingi para korban TPPO dan KBG, ada tempat yang aman bagi korban dengan segala bentuk pelayanannya yang membuat korban pulih dan punya keberanian untuk menghadapi suatu realitas kejahatan kemanusiaan yang dialami mereka.

Dia menambakan RH GMIT telah menjadi Betlehem bagi banyak orang bukan hanya di Kota Kupang ini saja tetapi terus berkembang sampai di berbagai tempat. Setiap orang yang datang di RH GMIT mereka pulang dengan sukacita sambal memuji dan memuliakan Allah karena pemulihan, karena topangan yang melahirkan kesadaran baru akan hak-hak mereka dan hal-hal lain yang terjadi di rumah aman RH GMIT.

Lebih lanjut dikemukakan spiritualitas gembala yang rindu berjumpa dengan Juruselamat yang telah lahir juga menjadi spiritualitas yang menggerakan tindakan bagi semua yang melayani terkhusus di RH GMIT .

“Ketika kita membuka diri untuk mendengar kisah-kisah traumatis dari para korban, bisa saja kita mengalami trauma baru karena terpapar dengan cerita-cerita tersebut. Karena biarlah diantara kita sebagai rekan sepelayanan bisa ditolong untuk dipulihkan terkait dengan tanggung jawab yang kita kerjakan selama ini. Kita saling mengajak satu dengan yang lain untuk mencapai proses pemulihan Bersama,” ujarnya.

Membawa Kasih dan Damai

Sementara itu, Helda Pulling-Bolla, SH, Majelis Sinode GMIT, dalam Suara Gembala MS GMIT mengemukakan natal adalah berbagi kasih Allah. Ajakan marilah ke Betlehem, natal yang dirayakan adalah membawa kasih Kristus di Tahun Baru dengan semangat baru untuk terus mewartakan kasih Allah bagi semua orang yang membutuhkan kasih dan perhatian. “Kita harus benar-benar menjadikan diri dan hidup kita menjadi rumah aman bagi mereka yang membutuhkan perhatian kita,” ujarnya.

Menurut dia, RH GMIT adalah rumah aman, tempat yang nyaman, aman bagi para korban yang datang. “ Kami juga percaya di Rumah Aman milik GMIT ini, saudara-saudara dapat menjadi pembawa damai, pembawa sukacita dan memiliki cinta yang besar dalam upaya-upaya pendampingan yang baik untuk sebuah pemulihan, mendapatkan kasih dan keadilan,” katanya.

MS GMIT berharap lanjutnya RH tetap bercahaya di tengah-tengah kegelapan dunia. Di rumah aman ini para korban mendapat pelukan dan perhatian. RH tetaplah menjadi berkat bagi mereka yang tidak berdaya.

Dengan demikian ujar dia natal adalah ketika mampu membawa damai bagi semua orang, membawa kebaikan bagi mereka yang terpuruk dalam hidupnya, membuka tangan seluas-luasnya untuk memeluk dan merangkul.

Acara natal yang berlangsung penuh sukacita diawali ibadah natal dengan liturgi yang diiring FX Parera. Hadir para pengurus RH GMIT, Pdt. Leo Takubesi, Pdt. Paoina Bara Pa, Dr. Juliana Ndolu, Ferderika Tadu Hungu, MA dan dari mitra RH GMIT LBH APIK NTT dan para relawan RH GMIT

FOLLOW US